Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Qatar, Shin Tae Yong: Masih Ada Kekurangan
Sepakbola
10 jam yang lalu
Kalahkan Qatar, Shin Tae Yong: Masih Ada Kekurangan
2
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
3
Pilkada 2020: Selain Dukung 150 Calon, Gelora Juga Usung 4 Kadernya
Politik
24 jam yang lalu
Pilkada 2020: Selain Dukung 150 Calon, Gelora Juga Usung 4 Kadernya
4
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
Pendidikan
21 jam yang lalu
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
5
Agar Tak Jadi Preseden, MPR Minta Usut Tuntas Penusukan Syekh Ali Jaber
MPR RI
23 jam yang lalu
Agar Tak Jadi Preseden, MPR Minta Usut Tuntas Penusukan Syekh Ali Jaber
6
Jiwasraya 'Dirampok' dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Peristiwa
22 jam yang lalu
Jiwasraya Dirampok dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Home  /  Berita  /  DPD RI

DPD Dukung Produksi dan Distribusi Massal Produk Inovasi Covid-19

DPD Dukung Produksi dan Distribusi Massal Produk Inovasi Covid-19
Ketua DPD RI, LaNyalla Mahfud Mattalitti saat menghadiri peluncuran virtual ventilator produk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. (Foto: Ist./DPD RI)
Kamis, 21 Mei 2020 00:13 WIB
JAKARTA - Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN bekerjasama dengan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi di Indonesia telah menghasilkan berbagai produk inovasi. Produk-produk tersebut, diminta segera diproduksi massal dan rata disebar di daerah.

"Seperti UI dan UGM yang telah mampu membuat ventilator, baik yang portable maupun yang standar untuk ruangan ICU. Dan sampai hari ini kami belum melihat produk massalnya," kata Ketua DPD RI, LaNyalla Mahfud Mattalitti di kediamannya, usai mengikuti launching virtual, Rabu (20/5/2020) siang.

LaNyalla meminta, para Senator yang hari ini sedang berada di daerah masing-masing untuk memantau sebaran produk-produk tersebut di lapangan. Jangan terlalu lama menjadi wacana. Tapi harus lebih cepat sampai di lapangan.

"Karena virus ini kan bukan wacana, tapi sudah menyebar menjadi pandemi. Jadi produk-produk untuk penanganannya juga harus cepat disebar," ujarnya.

LaNyalla juga berharap, sesuai kompetensinya, Kemenristek/BRIN terus mendorong lembaga riset dan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan kajian mendalam tentang vaksin Covid-19 atau minimal obat peningkat imun tubuh, agar segera bisa diproduksi massal dan dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"LIPI kalau tidak salah sudah melakukan penelitian tentang buah jambu sebagai penangkal virus. Langkah selanjutnya ditunggu," tandasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DPD RI, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww