Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
22 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
24 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
22 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Nusantara

DPD Dukung Produksi dan Distribusi Massal Produk Inovasi Covid-19

DPD Dukung Produksi dan Distribusi Massal Produk Inovasi Covid-19
Ketua DPD RI, LaNyalla Mahfud Mattalitti saat menghadiri peluncuran virtual ventilator produk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. (Foto: Ist./DPD RI)
Kamis, 21 Mei 2020 00:13 WIB
JAKARTA - Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN bekerjasama dengan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi di Indonesia telah menghasilkan berbagai produk inovasi. Produk-produk tersebut, diminta segera diproduksi massal dan rata disebar di daerah.

"Seperti UI dan UGM yang telah mampu membuat ventilator, baik yang portable maupun yang standar untuk ruangan ICU. Dan sampai hari ini kami belum melihat produk massalnya," kata Ketua DPD RI, LaNyalla Mahfud Mattalitti di kediamannya, usai mengikuti launching virtual, Rabu (20/5/2020) siang.

LaNyalla meminta, para Senator yang hari ini sedang berada di daerah masing-masing untuk memantau sebaran produk-produk tersebut di lapangan. Jangan terlalu lama menjadi wacana. Tapi harus lebih cepat sampai di lapangan.

"Karena virus ini kan bukan wacana, tapi sudah menyebar menjadi pandemi. Jadi produk-produk untuk penanganannya juga harus cepat disebar," ujarnya.

LaNyalla juga berharap, sesuai kompetensinya, Kemenristek/BRIN terus mendorong lembaga riset dan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan kajian mendalam tentang vaksin Covid-19 atau minimal obat peningkat imun tubuh, agar segera bisa diproduksi massal dan dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"LIPI kalau tidak salah sudah melakukan penelitian tentang buah jambu sebagai penangkal virus. Langkah selanjutnya ditunggu," tandasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Nusantara, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww