Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
21 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
2
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
13 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
3
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
24 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
4
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
12 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
5
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
Pemerintahan
22 jam yang lalu
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
6
Protokol Olahraga New Normal Covid 19, Fokuskan Latihan Olahraga Perorangan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Protokol Olahraga New Normal Covid 19, Fokuskan Latihan Olahraga Perorangan
Home  /  Berita  /  Politik

Soal Indonesia Terserah, Gus Nabil: Jangan Sampai Pemerintah Kehilangan Kepercayaan Publik

Soal Indonesia Terserah, Gus Nabil: Jangan Sampai Pemerintah Kehilangan Kepercayaan Publik
Kamis, 21 Mei 2020 18:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Muchamad Nabil Haroen, Anggota Komisi IX DPR RI, menyatakan bahwa munculnya tagar "Indonesia terserah" menjadi penting sebagai bahan introspeksi pemerintah di tengah pandemi.

Kebijakan-kebijakan yang tidak sinkron, menjadikan warga semakin bingung sekaligus kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Komunikasi mitigasi pandemi tidak komprehensif, dan fakta di lapangan menujukkan itu.

"Munculnya tagar #IndonesiaTerserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah. Tagar ini muncul setelah adanya fakta banyaknya orang antri berkerumun di bandara Soekarno Hatta untuk perjalanan keluar daerah.

Tentu saja, fakta ini harus diikuti dengan investigasi yang komprehensif, apakah kelalaian dari pihak regulator bandara, maskapai penerbangan, atau justru dari kebijakan pemerintah? Jadi, harus diletakkan pada konteks yang tepat. Saya sendiri melihat memang ada yang keliru, dan harus segera dibenahi dalam konteks itu," kata M Nabil Haroen, Rabu malam (20/5/2020).

Dikatakan Nabil, pemerintah harus merapikan kembali kebijakan-kebijakan antar kementerian yang tidak terpadu.

Pasalnya kata Politisi PDI Perjuangan ini, ada beberapa kebijakan yang saling bertolak belakang, misalnya antara PSBB dengan kebijakan transportasi antar kawasan.

"Kebijakan-kebijakan yang tidak sinkron, menjadikan warga semakin bingung sekaligus kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Komunikasi mitigasi pandemi tidak komprehensif, dan fakta di lapangan menujukkan itu," ungkap dia.

Kemudian lanjut Nabil, pemerintah juga harus menghargai perjuangan tenaga medis Indonesia, dan dukungan orang-orang yang selama ini diam di rumah untuk memutus mata rantai persebaran Covid19.

"Jadi jelas bahwa jangan sampai perjuangan panjang ini sia-sia, karena kebijakan yang salah sasaran dan komunikasi antar kementrian/antar pejabat yang tidak terpadu," pungkasnya.

Sebelumnya, Jagat media sosial dihebohkan dengan tagar " Indonesia Terserah" dan menjadi trending pada Senin (18/5/2020).

Munculnya tagar tersebut diiringi dengan keluhan dan rasa kecewa dari warganet yang menilai pemerintah belum secara maksimal menanggulangi wabah Covid-19.

Video tenaga medis yang masih berseragam alat pelindung diri (APD) lengkap di dalam rumah sakit pun menjadi perbincangan karena mereka menuliskan kalimat terserah dalam video itu. Tagar "Indonesia Terserah" populer dilontarkan sejumlah pihak lantaran warga kini seolah tak lagi peduli dengan upaya pembatasan untuk menekan penyebaran virus corona.***


wwwwww