Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Pedagang Payakumbuh Marabo dan Bongkar Blokade Masuk Pasar, Kapolres Sebut Salah Paham

Pedagang Payakumbuh Marabo dan Bongkar Blokade Masuk Pasar, Kapolres Sebut Salah Paham
Sejumlah pedagang membongkar paksa blokade jalan masuk ke pasar Payakumbuh, Jumat (22/5/2020). (covesia.com)
Jum'at, 22 Mei 2020 23:43 WIB
PAYAKUMBUH - Para pedagang pasar pusat Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) marabo (marah besar), Jumat (22/5/2020) sore, karena jalan masuk ke pasar ditutup pihak kepolisian dan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Para pedagang bahkan membongkar paksa blokade jalan yang dipasang petugas. Tim gabungan hanya membiarkan saja saat para pedagang membongkar penutup jalan tersebut.

Video aksi marabo pedagang itupun beredar luas di media sosial.

Dikutip dari Langgam.id, Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan menyebutkan, peristiwa itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan pedagang pasar.

''Miskomunikasi, jadi ditutupnya akses masuk ke Pasar Kanopi agar pembeli tidak parkir di bawah kanopi itu,'' jelasnya kepada Langgam.id, Jumat (22/5/2020) malam.

Penutupan akses masuk itu karena pasar itu terlihat padat dan tidak menjamin physical distancing. Sehingga, ada petugas yang melarang pedagang masuk ke pasar untuk berjualan.

''Jadi salah paham, harusnya mereka diperbolehkan masuk untuk berjualan, yang tidak boleh adalah parkir di bawah kanopi. Karena itu pedagang meminta kepada petugas agar pembatas jalan segera dibuka,'' ungkapnya.

Dijelaskan Dony, masalah itu telah selesai, dengan adanya kesepakatan pembatas dibuka dan akses parkir diberikan satu lajur dengan menggunakan pembatas besi di bawah kanopi.

''Malam ini Forkopimda akan cek dan komunikasikan lagi dengan pedagang,'' katanya. ***

Editor:hasan b
Sumber:langgam.id
Kategori:Olympic
wwwwww