Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  SEA Games

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
Foto: Ist.
Minggu, 24 Mei 2020 13:08 WIB
OGAN - Sebanyak 60 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir yang berstatus honorer dikabarkan melakukan protes dengan menggelar aksi mogok kerja, lantaran minimnya APD, fasilitas tugas dan ketidakjelasan insentif.

"Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka. Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,' terang sumber anonim dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Tuntutan tenaga medis itu, dinilai wajar oleh Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Rizal Mustopa. Tapi Direktur RSUD Ogan Ilir, Roretta Arta Guna Riama, punya versi lain.

"Mereka lari ketakutan saat melihat ada pasien yang positif Covid-19," jelas Roretta. Ia juga menjelaskan, dari sejumlah orang yang mogok kerja itu, "tidak ada tenaga dokter. Mereka para tenaga medis seperti perawat dan sopir ambulans. Mereka itu takut menangani pasien positif Covid-19, itu saja, bukan karena soal lain,".

Akibat aksi mogok kerja tersebut, sedikitnya ada 109 tenaga medis yang akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam mengatakan, tenaga medis yang dipecat itu diantaranya 14 dokter spesialis, 8 dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir.

"Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangani surat pemberhentiannya," kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww