Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
10 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
11 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
14 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
16 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
Foto: Ist.
Minggu, 24 Mei 2020 13:08 WIB
OGAN - Sebanyak 60 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir yang berstatus honorer dikabarkan melakukan protes dengan menggelar aksi mogok kerja, lantaran minimnya APD, fasilitas tugas dan ketidakjelasan insentif.

"Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka. Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,' terang sumber anonim dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Tuntutan tenaga medis itu, dinilai wajar oleh Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Rizal Mustopa. Tapi Direktur RSUD Ogan Ilir, Roretta Arta Guna Riama, punya versi lain.

"Mereka lari ketakutan saat melihat ada pasien yang positif Covid-19," jelas Roretta. Ia juga menjelaskan, dari sejumlah orang yang mogok kerja itu, "tidak ada tenaga dokter. Mereka para tenaga medis seperti perawat dan sopir ambulans. Mereka itu takut menangani pasien positif Covid-19, itu saja, bukan karena soal lain,".

Akibat aksi mogok kerja tersebut, sedikitnya ada 109 tenaga medis yang akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam mengatakan, tenaga medis yang dipecat itu diantaranya 14 dokter spesialis, 8 dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir.

"Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangani surat pemberhentiannya," kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww