Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
21 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
2
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
7 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
3
Kompetisi Video 'AXIS Serunya Budayaku', SMK Asal Bangka Menangi Hadiah Rp 50 Juta
Pendidikan
24 jam yang lalu
Kompetisi Video AXIS Serunya Budayaku, SMK Asal Bangka Menangi Hadiah Rp 50 Juta
4
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Kesehatan
21 jam yang lalu
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
5
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
18 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
6
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
2 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
Home  /  Berita  /  DPD RI

Pandemi Harus Jadi Momentum Kemajuan Ekonomi Riau

Pandemi Harus Jadi Momentum Kemajuan Ekonomi Riau
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Misharti. (Foto: Ist.)
Rabu, 27 Mei 2020 21:34 WIB
JAKARTA - Anggota DPD RI asal Riau, Misharti, mengajak seluruh elemen untuk bahu membahu membangun UMKM Provinsi Riau. Pandemi harus menjadi momentum kemajuan bagi perekonomian Riau.

Hal itu disampaikan Misharti usai menggelar halal bi halal virtual bersama Sandiaga Uno (Tokoh Nasional asal Riau), Syamsuar (Gubernur Riau), Syamsuddin Uti (Wabup Inhil), dt. Syahril Abu Bakar (Ketua LAM), Fauzi Ishak (Waket PMRJ), Rinor Kuswan (ketua HIPMI), Fikri El Aziz (Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19), pada Rabu (27/5/2020).

Misharti mengemukakan, halal bi halal virtual tersebut telah melahirkan beberapa catatan positif untuk segera dieksekusi bersama.

Pertama, situasi pandemi merupakan momentum dimana Riau harus menghargai potensi yang ada baik potensi SDA maupun SDM yang melimpah. Kedua, mulai melakukan padat karya di mana menciptakan desa-desa sebagai lumbung pangan dan lumbung untuk potensi perikanan, pertanian dan kehutanan.

"Sehingga, kita tidak perlu lagi memasok kebutuhan pangan kita dari provinsi bahkan negara lain, dan dapat meningkatkan pendapatan perkapita dari para petani menuju sejahtera," kata Misharti.

Ketiga, dan sejalan dengan upaya memanfaatkan momentum kebangkitan ekonomi, Hahal bi Halal tokoh-tokoh Riau tersebut menyepakati pentingnya implementasi dari program relaksasi UMKM.

"Ini harus betul-betul diberikan oleh Pemerintah terhadap usaha yang terdampak Covid-19 sesuai dengan POJK 11/2020 terkait Stimulus Perekonomian Nasional," kata Misharti.

Keempat, penting untuk dipersiapkan orang tua angkat bagi UMKM dan Ultramikro serta penambahan modal usaha pasca pandemi.

Kelima, ungkap Misharti, penting untuk memberikan prioritas bagi tenaga kerja lokal untuk bekerja di perusahaan, BUMN dan BUMD yang ada di Provinsi Riau, "sehingga mengurangi pengangguran yang berakibat kepada kesengsaraan dan kemiskinan,".

Keenam, meningkatkan ekonomi kreatif yang bisa menambah daya beli dan daya saing produk-produk lokal Riau.

Terakhir, tetap meminta kepada Pemerintah Pusat terkait DBH CPO Kelapa Sawit. Mengingat, Provinsi Riau merupakan penyumbang CPO sawit terbesar di Indonesia.

"Dari data yang saya dapatkan, tahun 2015 saja Provinsi Riau mampu menyuplai produksi CPO Nasional sebesar 7,27 juta ton dengan modal area perkebunan sawit sebesar 2,46 juta hektare," kata Misharti.

Tentu, lanjut Misharti, upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, "perlu kerja bersama antar seluruh elemen masyarakat agar tujuan untuk mensejahterakan masyarakat Riau dapat sama-sama kita wujudkan,".

"Mari berpikiran positif. Saya selaku anggota DPD RI siap pasang badan untuk bersama-sama memperjuangkannya," pungkas Misharti.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Riau, DKI Jakarta, GoNews Group, DPD RI, Ekonomi

wwwwww