Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
19 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
18 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
3
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
23 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
4
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
19 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
5
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
6
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi
Politik
18 jam yang lalu
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka

Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro. (Foto: Ist.)
Kamis, 28 Mei 2020 23:54 WIB
WONOSOBO - Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro, mendorong agar pemerintah daerah dan masyarakat satu pandangan untuk segera membuka blokade jalan ataupun portal akses keluar-masuk dusun.

Langkah ini, dinilai sejalan dengan rencana penerapan 'Now Normal' yang dimaksudkan pemerintah pusat agar aktivitas sosial ekonomi rakyat tetap berjalan dalam pakem protokol kesehatan yang ketat.

"Saya menyarankan agar portal-portal di gang-gang masuk yang hanya dilewati warga lokal sebaiknya dibuka kembali agar aktifitas masyarakat berjalan lancar dan ekonomi kembali menggeliat," kata Suwondo kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Sejauh ini, kata Suwondo, portal-portal akses dusun tersebut tak sepenuhnya efektif dan justru menimbulkan banyak permasalahan.

Ada warga antar dusun yang berkelahi karena penutupan jalan, warga dilaporkan ke kepolisian karena membongkar portal, sesama warga saling adu mulut atau bahkan saling baku hantam hanya gara-gara penutupan akses jalan. Belum lagi, pengaturan penjagaan pos-pos di portal-portal tersebut juga relatif tak memenuhi protokol kesehatan. Berkumpulnya sejumlah pemuda di pos dan titik portal misalnya, tentu bertentangan dengan pakem physical distancing.

Ia berharap, pembukaan kembali akses jalan dusun ini bisa segera dilakukan, "tentunya setelah ada musyawarah antara sesama warga dusun,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Tengah, DKI Jakarta, GoNews Group, Lingkungan
wwwwww