Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
20 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
15 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
14 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
15 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
14 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka

Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro. (Foto: Ist.)
Kamis, 28 Mei 2020 23:54 WIB
WONOSOBO - Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro, mendorong agar pemerintah daerah dan masyarakat satu pandangan untuk segera membuka blokade jalan ataupun portal akses keluar-masuk dusun.

Langkah ini, dinilai sejalan dengan rencana penerapan 'Now Normal' yang dimaksudkan pemerintah pusat agar aktivitas sosial ekonomi rakyat tetap berjalan dalam pakem protokol kesehatan yang ketat.

"Saya menyarankan agar portal-portal di gang-gang masuk yang hanya dilewati warga lokal sebaiknya dibuka kembali agar aktifitas masyarakat berjalan lancar dan ekonomi kembali menggeliat," kata Suwondo kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Sejauh ini, kata Suwondo, portal-portal akses dusun tersebut tak sepenuhnya efektif dan justru menimbulkan banyak permasalahan.

Ada warga antar dusun yang berkelahi karena penutupan jalan, warga dilaporkan ke kepolisian karena membongkar portal, sesama warga saling adu mulut atau bahkan saling baku hantam hanya gara-gara penutupan akses jalan. Belum lagi, pengaturan penjagaan pos-pos di portal-portal tersebut juga relatif tak memenuhi protokol kesehatan. Berkumpulnya sejumlah pemuda di pos dan titik portal misalnya, tentu bertentangan dengan pakem physical distancing.

Ia berharap, pembukaan kembali akses jalan dusun ini bisa segera dilakukan, "tentunya setelah ada musyawarah antara sesama warga dusun,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Tengah, DKI Jakarta, GoNews Group, Lingkungan

wwwwww