Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
24 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
24 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
24 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Nusantara

Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan 'Paperless' di Kompleks DPR

Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan Paperless di Kompleks DPR
Kamis, 28 Mei 2020 00:41 WIB
JAKARTA - Kesetjenan DPR RI tengah bersiap menerapkan Smartcard sebagai aksesibilitas fisik di Kompleks DPR. Jumat pekan ini, Smartcard yang juga berfungsi sebagai alat transaksi non tunai itu akan diujicobakan.

"Nanti semua akses ke gedung-gedung akan dibatasi. Jadi tidak semua orang yang bisa berkeliaran di gedung DPR RI. Semua sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Kalau Ia bertugas di Nusantara I, ya Nusantara I. Kalau di Nusantara III, ya di Nusantara III," terang Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, Rabu (27/5/2020).

Sejalan dengan itu, DPR juga tengah bersiap menerapkan paperless di lingkungan DPR. Belum ada keterangan lebih detil dari Indra mengenai; Bagaimana akses para wartawan yang bertugas di DPR nantinya? Dan bagaimana juga dengan para anggota DPD RI ketika harus berkoordinasi langsung dengan Komisi tertentu di DPR RI?

Tapi Indra menegaskan, hal-hal tersebut "sedang diatur oleh deputi administrasi," di Kesetjenan DPR RI.

Menanggapi hal itu, anggota DPD RI, Intsiawati Ayus menyampaikan sambutan baik. Menurutnya, tak akan ada kendala dalam kerja-kerja DPD RI bersama DPR RI lantaran penerapan paperless dan akses terbatas di Kompleks DPR RI.

Hal itu, bukan hanya karena DPD sendiri belum tercatat berencana menerapkan cardsmart dan paperless, tapi koordinasi kerja kedua lembaga tersebut memang telah punya polanya sendiri.

"Komunikasi antar lembaga itu ruang pimpinan lembaga dengan difasilitasi oleh masing-masing Sekjennya, dilanjut oleh pimpinan alat kelengkapan masing-masing lembaga," kata Ayus.

Ayus tak menampik jika paperless membuka ruang lebih besar pada penerapan kerja serba digital dan koordinasi serba virtual. Aspek keamanan data, tentu menjadi pertimbangan.

"Namun semua hal tersebut, jika tertuang di mekanisme kerja-tatib masing-masing lembaga, ya tinggal jalan saja. Mekanisme kerja cara virtual-tatib yang memuatnya. Dan sudah mèngkaji hal-hal di atas yang jadi pertanyaan (keamanan data, Red)," kata Ayus.

Jadi, tegas Ayus, tak akan ada masalah dengan koordinasi kerja antar lembaga, "jika sudah ada terlebih dahulu peraturan mekanisme kerjanya di masing-masing lembaga,".

Untuk diketahui, saat ini DPD RI berkantor di Nusantara V. Sementara pimpinan, baik DPD, DPR maupun MPR, berkantor di Nusantara III. Nusantara I menjadi tempat berkantor Fraksi-Fraksi DPR RI.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nusantara
wwwwww