Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
14 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
16 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
15 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
5
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
13 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
11 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Jumatan Perdana Masjid di Pekanbaru setelah PSBB Usai

Jumatan Perdana Masjid di Pekanbaru setelah PSBB Usai
Suasana Masjid Raya Senapelan Pekanbaru saat pelaksanaan Shalat Jumat pertama setelah berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Riau, di Kota Pekanbaru, Jumat (29/5/2020). (ANTARA).
Jum'at, 29 Mei 2020 15:52 WIB
PEKANBARU - Mayoritas masjid di Kota Pekanbaru, kembali dibukamenggelar shalat Jumat untuk pertama kali secara terbuka setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Riau berakhir pada 28 Mei 2020.

Dilansir dari Antara, sejumlah masjid besar seperti Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, Masjid Paripurna Ar-Rahman di Jalan Jenderal Sudirman, dan Masjid Al Falah Jalan Sumatera, tampak kembali dipenuhi jamaah untuk ibadah shalat Jumat.

Pengurus masjid menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tempat ibadah tersebut. Seperti di Masjid Raya Senapelan, petugas masjid secara tegas melarang warga yang ingin shalat Jumat namun tidak mengenakan masker.

Pada pintu masuk utama disediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan spanduk protokol kesehatan yang bisa dibaca oleh jamaah sebelum masuk ke masjid. Dua petugas juga terlihat menggunakan alat pengukur suhu badan kepada setiap jamaah.

Sedangkan di dalam masjid, para jamaah diminta untuk tetap mengenakan masker dan menjaga jarak ketika shalat berjamaah. Meski begitu, pada praktiknya belum semua jamaah terbiasa dengan kenormalan baru ini, karena jarak antarjamaah saat shalat masih kurang dari satu meter dan warga belum terbiasa shalat mengenakan masker.

"Salat pakai masker panas rasanya, belum terbiasa,” kata seorang warga, Doddy (35).

Ia menyarankan agar pengurus masjid memberi tanda di lantai untuk memastikan jarak aman bagi jamaah, karena warga belum terbiasa shalat dengan physical distancing sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar meninjau Masjid Raya Annur Provinsi Riau terkait penerapan kenormalan baru (new normal, Jumat. Ia mengatakan bahwa yang harus menjadi perhatian adalah jangan mengabaikan protokol kesehatan di tempat ibadah.

"Salat berjamaah dilakukan harus mengikuti protokol kesehatan," ujarnya.

Ia menganjurkan agar shaf saat shalat sekarang diatur jaraknya agar tidak berdekatan. Selain itu ia juga mengimbau pengurus masjid dan mushala untuk menyiapkan sabun dan hand sanitizer, serta memastikan agar jamaah selalu menggunakan masker ketika masuk masjid.

"Ya tentunya masjid Raya Annur Provinsi Riau ini menjadi contoh agar masjid lain mengikutinya," demikian Syamsuar.

Gubernur Riau memutuskan tidak memperpanjang PSBB di enam daerah di Riau yang berakhir pada 28 Mei 2020. Enam daerah tersebut antara lain Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Pelalawan, Kampar, Siak dan Bengkalis.

Pemerintah pusat juga telah menetapkan enam daerah tersebut sebagai daerah percontohan pelaksanaan new normal bersama 25 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Riau

wwwwww