Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
22 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
2
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
9 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
3
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
4
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
19 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
5
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
4 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
6
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
3 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
Home  /  Berita  /  Umum

MPU Kecam Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' di Google yang Berisi Terjemahan Taurat, Injil dan Zabur

MPU Kecam Aplikasi Kitab Suci Aceh di Google yang Berisi Terjemahan Taurat, Injil dan Zabur
Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' berisi terjemahan Taurat, Injil dan Zabur dalam bahasa Aceh muncul di Google. (inews.id)
Minggu, 31 Mei 2020 21:38 WIB
BANDA ACEH - Masyarakat Aceh dihebohkan dengan munculnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' yang berisi terjemahan tiga kitab suci, yakni Taurat, Injil, dan Zabur dalam bahasa Aceh.

Dikutip dari inews.id, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengecam keras aplikasi tersebut. Menurut MPU Aceh, kehadiran aplikasi 'Kitab Suci Aceh' itu mengusik ketenteraman dan kerukunan antar umat beragama di Aceh.

''Kami mengecam keras terhadap hadirnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' karena kehadiran tersebut membangun citra jelek terhadap Aceh, apa lagi dalam suasana pandemi saat ini di mata dunia bahwa Aceh cukup bagus dalam melaksanakan kegiatan ibadah dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 serta mampu mencegah penyebarannya,'' kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh, Ahad (31/5/2020).

MPU Aceh juga meminta aparat penegak hukum mengungkap tuntas aktor intelektual aplikasi 'Kitab Suci Aceh'.

Faisal menduga ada pihak-pihak tertentu yang mendisain dan mencoba membangun citra jelek terhadap Aceh di mana dalam mencegah penyebaran wabah tersebut bukan hanya dengan keislaman saja, tapi ada unsur agama lainnya.

''Kami sangat mengecam terhadap upaya tersebut yang telah mencoba memanipulasi kebersamaan dan ketentraman ya memang telah terbangun dengan baik di Aceh selama ini,'' katanya.

Menurut Faisal, kehadiran aplikasi tersebut juga akan merusak kerukunan umat beragama yang telah terbangun dengan baik di provinsi paling barat Indonesia itu.

''Kami mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan menyurati Google untuk menutup aplikasi tersebut, namun demikian aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas aktor intelektualnya yang telah menghadirkan aplikasi tersebut,'' katanya.

Tgk Faisal juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mengunduh dan membagikan aplikasi tersebut, karena menjurus kepada haram yakni dapat merusak akidah. ***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Umum

wwwwww