Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Nasional

Wakil Ketua KPK Apresiasi Novel Baswedan dan Tim Penangkap Nurhadi

Wakil Ketua KPK Apresiasi Novel Baswedan dan Tim Penangkap Nurhadi
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (int)
Selasa, 02 Juni 2020 19:48 WIB
JAKARTA - Penyidik senior KPK Novel Baswedan ikut dalam tim yang melakukan penangkapan terhadap mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono ditangka di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6) malam. Keduanya menjadi buronan KPK sejak pertengahan Februari lalu dalam perkara suap dan gratifikasi di MA senilai Rp46 miliar.

''Mas Novel ada di tim tersebut, apakah dia kasatgasnya atau tidak saya belum dapat laporan,'' kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/6), seperti dikutip dari merdeka.com.

Ghufron mengapresiasi anggota tim yang telah berhasil menangkap Nurhadi dan menantunya tersebut.

''Yang jelas kami apresiasi kepada semua anggota tim, termasuk kepada Mas Novel,'' ujar Ghufron.

Nurhadi dan Rezky bersama Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016, pada 16 Desember 2019.

Ketiganya telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Februari 2020. Sementara untuk tersangka Hiendra belum tertangkap dan tim KPK masih memburunya.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Beladiri, Olympic, Nasional
wwwwww