Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
19 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
2
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
DPR RI
19 jam yang lalu
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
3
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
19 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
4
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
19 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
5
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
6
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
8 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Home  /  Berita  /  Nasional

Wakil Ketua KPK Apresiasi Novel Baswedan dan Tim Penangkap Nurhadi

Wakil Ketua KPK Apresiasi Novel Baswedan dan Tim Penangkap Nurhadi
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (int)
Selasa, 02 Juni 2020 19:48 WIB
JAKARTA - Penyidik senior KPK Novel Baswedan ikut dalam tim yang melakukan penangkapan terhadap mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono ditangka di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6) malam. Keduanya menjadi buronan KPK sejak pertengahan Februari lalu dalam perkara suap dan gratifikasi di MA senilai Rp46 miliar.

''Mas Novel ada di tim tersebut, apakah dia kasatgasnya atau tidak saya belum dapat laporan,'' kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/6), seperti dikutip dari merdeka.com.

Ghufron mengapresiasi anggota tim yang telah berhasil menangkap Nurhadi dan menantunya tersebut.

''Yang jelas kami apresiasi kepada semua anggota tim, termasuk kepada Mas Novel,'' ujar Ghufron.

Nurhadi dan Rezky bersama Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016, pada 16 Desember 2019.

Ketiganya telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Februari 2020. Sementara untuk tersangka Hiendra belum tertangkap dan tim KPK masih memburunya.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Hukum, Peristiwa, Nasional

wwwwww