Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Voli

Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun

Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun
Selasa, 02 Juni 2020 19:50 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan pembukaan rumah ibadah harus melalui tahapan ketat berdasarkan penurunan angka reproduksi (Rt) atau tingkat penularan virus corona (Covid-19). Tahapan ini juga berlaku untuk rencana pembukaan sekolah dan aktivitas ekonomi lainnya.

"Kita tahu penyebaran Covid di tanah air sampai saat ini memang belum semua provinsi, wilayah, bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, pembukaan tempat ibadah, aktivitas ekonomi, sekolah, semua melalui tahapan yang ketat dengan melihat angka kurva R0 atau Rt," ujar Jokowi usai meninjau Masjid Istiqlal, Selasa (2/6).

Jokowi menegaskan bahwa pembukaan tempat-tempat umum di sejumlah sektor ini harus menggunakan data keilmuan yang ketat. Dengan demikian, berbagai sektor itu dapat dibuka bertahap.

"Semua memakai data keilmuan yang ketat, sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi, sesuai angka yang saya sampaikan tadi," katanya.

Jokowi sebelumnya menyebut bahwa penerapan tatanan hidup baru atau new normal dapat dilakukan di wilayah yang R0 maupun Rt Covid-19 sudah berada di bawah 1. R0 adalah angka reproduksi atau potensi penularan penyakit Covid-19.

Sedangkan Rt adalah angka reproduksi yang terjadi setelah ada intervensi dari pemerintah seperti pemberlakuan PSBB hingga lockdown.

Jokowi sendiri sempat meninjau kesiapan penerapan new normal di sejumlah fasilitas publik seperti stasiun dan mal. Untuk mengawal kesiapan itu, ia menerjunkan ribuan personel TNI/Polri berjaga di titik-titik keramaian. Sebagai tahap awal ada 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota yang dijaga.

Di sisi lain, Jokowi sempat menyinggung R0 dan Rt covid-19 di provinsi DKI Jakarta termasuk yang berada di bawah angka 1. Ia mengingatkan agar jajarannya saat ini fokus mengendalikan arus balik warga dari kampung halaman untuk menjaga agar R0 di Jakarta tak melebihi angka 1.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww