Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Umum

Jelang New Normal, Ketua MPR Minta Kemendikbud dan Keminfo Sediakan Aplikasi Gratis bagi Pelajar

Jelang New Normal, Ketua MPR Minta Kemendikbud dan Keminfo Sediakan Aplikasi Gratis bagi Pelajar
Ilustrasi. (Istimewa)
Rabu, 03 Juni 2020 17:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jelang diberlakukanya New Normal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diminta bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), untuk membuat sistem/aplikasi khusus sekolah yang khusus digunakan bagi siswa/i dan guru, dan diterapkan secara gratis.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menanggapi rencana penerapan normal baru atau tatanan gaya hidup baru.

"Rencana ini harus benar-benar diperhatikan pemerintah, sehingga tidak menimbulkan penerapan yang keliru maupun persepsi yang salah dari masyarakat. Kemendikbud harus berdiskusi dengan perwakilan guru dan tenaga pengajar untuk dapat menentukan sistem Kegiatan Belajar Mengajar/KBM ke depannya. Saat ini proses KBM seharusnya tetap dilakukan via online, namun dengan kesiapan pengajar yang harus lebih baik dan maksimal," kata Bamsoet (Bambang Soesatyo) dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2020).

Ia juga meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk merumuskan kembali kegiatan belajar dan mengajar di rumah terkait akan diperpanjangnya hal tersebut.

"Semuanya harus lebih besinergi lagi. Agar lebih siap dan lebih baik dari yang sudah dilakukan. Yang paling penting, ada sistem/aplikasi khusus sekolah gratis bagi murid dan guru," ulasnya.

Selain itu kata Bamsoet, pemerintah daerah/pemda juga harus memperhatikan tempat-tempat umum dan wisata yang akan dibuka pada saat new normal nanti, dan wajib memastikan seluruh aktivitas yang dilakukan di tempat tersebut sesuai dengan standar protokol covid-19 untuk tatanan gaya hidup baru.***

wwwwww