Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
22 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
2
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
9 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
3
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
4
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
19 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
5
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
4 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
6
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
3 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Jelang New Normal, Ketua MPR Minta Kemendikbud dan Keminfo Sediakan Aplikasi Gratis bagi Pelajar

Jelang New Normal, Ketua MPR Minta Kemendikbud dan Keminfo Sediakan Aplikasi Gratis bagi Pelajar
Ilustrasi. (Istimewa)
Rabu, 03 Juni 2020 17:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jelang diberlakukanya New Normal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diminta bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), untuk membuat sistem/aplikasi khusus sekolah yang khusus digunakan bagi siswa/i dan guru, dan diterapkan secara gratis.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menanggapi rencana penerapan normal baru atau tatanan gaya hidup baru.

"Rencana ini harus benar-benar diperhatikan pemerintah, sehingga tidak menimbulkan penerapan yang keliru maupun persepsi yang salah dari masyarakat. Kemendikbud harus berdiskusi dengan perwakilan guru dan tenaga pengajar untuk dapat menentukan sistem Kegiatan Belajar Mengajar/KBM ke depannya. Saat ini proses KBM seharusnya tetap dilakukan via online, namun dengan kesiapan pengajar yang harus lebih baik dan maksimal," kata Bamsoet (Bambang Soesatyo) dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2020).

Ia juga meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk merumuskan kembali kegiatan belajar dan mengajar di rumah terkait akan diperpanjangnya hal tersebut.

"Semuanya harus lebih besinergi lagi. Agar lebih siap dan lebih baik dari yang sudah dilakukan. Yang paling penting, ada sistem/aplikasi khusus sekolah gratis bagi murid dan guru," ulasnya.

Selain itu kata Bamsoet, pemerintah daerah/pemda juga harus memperhatikan tempat-tempat umum dan wisata yang akan dibuka pada saat new normal nanti, dan wajib memastikan seluruh aktivitas yang dilakukan di tempat tersebut sesuai dengan standar protokol covid-19 untuk tatanan gaya hidup baru.***


wwwwww