Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas

Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas
Ilustrasi. (int)
Kamis, 04 Juni 2020 12:25 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Seorang pria berinisial HR (30) di Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau menjadi buronan polisi karena telah menganiaya anak tirinya yang berusia 1,5 tahun, sampai meninggal dunia.

Disampaikan oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, korban merupakan seorang anak perempuan bernama Ani berusia 1,5 tahun, itu meninggal dunia, pada hari Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, setelah dianiaya oleh ayah tirinya sendiri.

"Jadi dari informasi yang kita miliki, saat itu korban rewel dan menangis, karena pelaku tidak suka dengan rewelan korban, pelaku kemudian membawa korban ke kamar mandi , dan mencemplungkannya ke dalam bak mandi. Karena korban masih menangis, pelaku emosi dan menenggelamkan korban di dalam bak mandi," kata Nandang kepada GoRiau.com, Kamis (4/6/2020) siang.

Tidak sampai disitu, korban masih terus menangis, lalu pelaku kembali menganiaya korban dengan cara membenturkan korban ke dinding kamarnya. Bahkan ibu korban yang saat itu berusaha melerai perbuatan suaminya itu juga turut dianiaya oleh pelaku, dengan cara memukul wajahnya dan mengancam agar tidak memberitahu perbuatan pelaku.

"Setelah menganiaya dan mengancam istrinya, pelaku kembali menginjak dada korban yang masih balita itu, hingga korban terdiam. Sampai pada akhirnya ibu korban melihat kalau korban tidak bergerak lagi, dan meminta pelaku membawa korban ke rumah sakit untuk berobat. Tapi pelaku malah pergi meninggalkan korban dan ibu korban dengan alasan mencari pinjaman uang untuk biaya perobatan," lanjut Nandang.

Lebih lanjut, ibu korban memindahkan dan membaringkan korban di lantai tepat di ruang tamu, dengan di alas dengan selimut dan ditutup dengan kain sprai serta meminta tolong kepada tetangga.

Setelah dilihat dan diperiksa, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Atas kejadian tersebut para tetangga korban melaporkan kepada ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Bukit Raya guna pengusutan lebih lanjut, sampai saat ini pelaku belum pulang dan diduga melarikan diri dan masih dlm proses pencarian.

"Setelah menerima laporan, Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Polsek Bukit Raya telah mendatangi TKP, olah TKP dan melaksanakan pencarian serta penangkapan terhadap pelaku HR di Kecamatan Pangkalan Kuras Pelelawan," tutup Nandang. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww