Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
6
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo

Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Ilustrasi demo Amerika.(Istimewa)
Kamis, 04 Juni 2020 11:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolhukam Aziz Syamsuddin merasa prihatin atas terjadinya gelombang Demonstrasi besar yang terjadi di Amerika Serikat akibat kematian George Floyd.

Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan tidak akan membawa keuntungan bagi pihak manapun. Dirinya berharap agar tidak ada lagi Rasisme atau tidakan melawan Hukum yang berkembang di Amerika.

Sebagai Negara sahabat kata Dia, Indonesia menginginkan Amerika yang merupakan salah satu Negara Demokratis terbesar di Dunia dapat kembali Kondusif di tengah Pandemi Covid 19.

"Perkembangan yang terjadi di Amerika sepenuhnya urusan dalam Negeri Amerika,  Namun saya meyakini fondasi Demokrasi  serta aturan Hukum di Amerika mampu mengendalikan situasi yang sedang berkembang secara konstruktif. Pemerintah Amerika seyogyanya dapat segera merangkul para Tokoh Agama dan Masyarakat untuk meredakan permasalahan ini, jangan sampai berlarut dan membawa dampak sigibifikan kepada berbagai aspek" Kata Aziz Syamsuddin saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta ( 04-06-2020).

Politisi Golkar itu meminta agar Masyarakat Indonesia yang masih berada di Amerika tidak ikut turun ke jalan. Hal itu guna mencegah terjadinya hal hal yang tidak diharapkan. Dirinya menjelaskan bahwa Pemerintahan yang menganut sistem Demokratis di seluruh dunia tentunya tidak menyukai adannya ketidakadilan, khususnya Rasisme. Dimana Indonesia sendiri memiliki UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang mengatur tentang hal ini. 

"Jangan ada oknum yang mengadu domba dalam peristiwa ini, ini perlu segera di luruskan dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Sehingga Law and Order akan mampu di terapkan dengan baik dalam rangka memutus peredaran disinformasi maupun ‘hate speech’  dan segala bentuk ujaran kebencian yang era digital saat ini. Sehingga kita bisa kembali fokus menangani Covid 19 dan kembali menjalankan roda ekonomi serta penerapan ‘New Normal’  sesuai dengan tantangan global saat ini" tutupnya.***

wwwwww