Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
24 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Jika Presiden Memilih Membubarkan Lembaga
DPR RI
24 jam yang lalu
Jika Presiden Memilih Membubarkan Lembaga
3
Citilink Gratiskan Rapid Test Untuk Calon Penumpang
Ekonomi
23 jam yang lalu
Citilink Gratiskan Rapid Test Untuk Calon Penumpang
4
Gelora: DPR Kehilangan Orientasi dengan Pertahankan RUU HIP di Prolegnas
Politik
23 jam yang lalu
Gelora: DPR Kehilangan Orientasi dengan Pertahankan RUU HIP di Prolegnas
5
PBNU Usul Tarik RUU HIP Ganti Jadi RUU BPIP
Politik
24 jam yang lalu
PBNU Usul Tarik RUU HIP Ganti Jadi RUU BPIP
6
Polisi Belum Pastikan Kapan Periksa Denny Siregar
Hukum
24 jam yang lalu
Polisi Belum Pastikan Kapan Periksa Denny Siregar
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Sedang Berlangsung, Gubernur Anies Umumkan Kelanjutan status PSBB di DKI Jakarta

Sedang Berlangsung, Gubernur Anies Umumkan Kelanjutan status PSBB di DKI Jakarta
Kamis, 04 Juni 2020 13:00 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ini sedang mengumumkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI pada Kamis (4/6/2020) siang.

Pengumuman Anies Baswedan mengenai status PSBB tersebut akan disiarkan secara live streaming melalui akun Youtube dan Facebook Pemprov DKI Jakarta.

Dilansir dari website Pemprov DKI Jakarta, pengumuman status PSBB di Jakarta, pengumuman ini disiarkan di dua media sosial tersebut mulai pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, Anies Baswedan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL). Penerapan PSBL ini direncanakan akan dilaksanakan di beberapa RW yang berada di zona merah Jakarta setelah PSBB selesai pada Kamis (4/6/2020). Pembatasan ini hanya punya skala Rukun Warga (RW). Daerah RW yang teridentifikasi masih jadi zona merah akan memberlakukan pembatasan lokal.

Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta Suharti pun membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut, PSBL merupakan bentuk perhatian lebih Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk dengan tingkat penularan tinggi.

"(PSBL) ini ditingkat RW, ada 62 RW. Karena tingkat percepatan penularan yang masih tinggi di wilayah itu," ucapnya, Selasa (2/6/2020).

Terkait dengan rencana ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum memberikan penjelaskan. Gubernur Anies Baswedan sudah bahas Senin kemarin Senin (1/6/2020) kemarin, Anies Baswedan sudah mengumpulkan 62 ketua RW yang merupakan zona merah penyebaran Covid-19 ke Balai Kota DKI.

Hal ini diketahui dari surat undangan rapat bernomor 287/-079.1 yang ditandatangani Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDH dan KLN) DKI Jakarta Mawardi.

Dalam surat itu, Anies mengundang 62 Ketua RW, 50 Lurah, dan 28 camat pada rapat yang dihelat di Ruang Pola Bappeda Lantai 2, Blok G Balai Kota DKI, Senin (1/6) dengan keterangan acara membahas pelaksanaan PSBL.

Kepala Biro KDH dan KLN Mawardi juga membenarkan agenda tersebut. Katanya rapat berlangsung hingga dari siang hingga sore, kemudian dilanjutkan pertemuan ketua RW dengan masing - masing wali kotanya.

"Iya benar, itu (yang mengundang 62 Ketua RW) kemarin. Itu sampai sore. Terus dilanjutkan pertemuan masing-masing wilayah sama Wali Kota," ujar Mawardi saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kontan.id
Kategori:GoNews Group, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww