Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
18 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
10 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
15 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
15 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Home  /  Berita  /  MPR RI

MPR: Saatnya Masyarakat jadi Garda Terdepan Penanggulangan Covid-19

MPR: Saatnya Masyarakat jadi Garda Terdepan Penanggulangan Covid-19
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 09 Juni 2020 13:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan sudah saatnya masyarakat jadi garda terdepan penanggulangan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan sepanjang aktivitas yang dilakukan.

"Dibukanya kantor dan rumah makan akan menyebabkan peningkatan aktivitas masyarakat di ruang publik. Inilah saatnya masyarakat berperan sebagai garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Senin (8/6).

Penegasan itu disampaikan Lestari menyikapi hari pertama pembukaan perkantoran dan rumah makan, serta peningkatan aktivitas masyarakat di DKI Jakarta setelah dimulainya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi akhir pekan lalu.

Pada praktiknya, jelas Rerie, di hari pertama masuk kerja pascadiumumkannya masa PSBB transisi di DKI Jakarta, terjadi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun keberangkatan commuter line.

Para karyawan yang bersiap masuk kantor di Jakarta itu, tambah Rerie, banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak tertib menjaga jarak saat antre. Sehingga menimbulkan kerumunan. "Dengan jarak yang relatif dekat antarorang potensi penularan juga semakin tinggi."

Petugas penegakan disiplin, menurut Rerie, harus segera memberikan pemahaman secara intensif dengan pendekatan humanistis, agar masyarakat taat melaksanakan protokol kesehatan di area publik. "New normal itu bukan berarti kita kembali normal seperti dahulu, tetapi lebih pada penerapan kebiasaan baru," ujarnya.

Penanaman kebiasaan baru yang mengedepankan kebersihan dan menjaga jarak di ruang publik, tambah Rerie, harus dilakukan sejak dini agar menjadi budaya saat beraktivitas.

Di masa PSBB transisi di DKI Jakarta, Rerie berpendapat, seharusnya pemerintah daerah bisa memastikan warga yang beraktivitas di ruang publik sudah menjalani test swab dengan hasil test negatif. Teknis pelaksanaan test itu, tambahnya, bisa dilakukan dengan bekerjasama sejumlah pihak, agar jumlah masyarakat yang sudah ditest swab meningkat tajam.

Dengan peningkatan aktivitas karyawan saat perkantoran dibuka, menurut Legislator NasDem itu, sudah sewajarnya pihak perusahaan memfasilitasi test swab untuk memastikan para karyawannya bersih dari paparan Covid-19.

Sehingga, tambahnya, ketika para pekerja itu beraktivitas di ruang publik setidaknya mengurangi kekhawatiran menjadi pembawa virus.***


wwwwww