Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
21 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
16 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
14 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
18 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
19 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Iwan Bule: Liga Harus Bergulir Berikan Atmosfir Kompetisi

Iwan Bule: Liga Harus Bergulir Berikan Atmosfir Kompetisi
Jum'at, 12 Juni 2020 00:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTADengan tetap menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, dunia persepakbolaan Indonesia siap kembali menggelar kompetisi liga. Beberapa alasan disampaikan PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia untuk kembali menggulirkan kompetisi liga di masa ‘New Normal’ atau hidup berdampingan dengan Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam Web Seminar bertopik ‘Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Sudah Siapkah Kompetisi Kembali Bergulir?’ yang diselenggarakan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Sekolah Kajian Stratejik Global Universitas Indonesia, Kamis, 11 Juni 2020.

“Liga harus kembali bergulir karena penting untuk memberikan atmosfer kompetisi, terutama untuk pemain timnas U-19 kita yang akan berlaga baik di Piala AFC U-19 dan juga Piala Dunia U-20 2021 tahun depan,” kata Iriawan.

Selain timnas U-19 yang punya jadwal mengikuti Piala AFC di Uzbekistan, Oktober mendatang, timnas senior juga dinanti jadwal lanjutan Pra Piala Dunia 2022 serta Piala AFF pada akhir tahun ini.

Pria yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ itu menegaskan, dengan bermain di klub masing-masing, para pemaint timnas akan terasah berjuang keras untuk penampilan terbaiknya, karena atmosfer pertandingan berbeda dengan saat latihan.

“Meski di sela-sela kompetisi, timnas juga tetap melakukan pemusatan latihan atau training camp,” kata mantan Kapolda NTB, Jawa Barat dan Polda Metro Jaya itu.

Iriawan juga menegaskan, bergulirnya kompetisi tentu saja berdampak bagi perekonomian nasional, khususnya bagi industri persepakbolaan nasional.

“Dengan kembali bergulirnya liga, para pelatih, pemain, dan komponen-komponen lain di klub akan kembali mendapatkan pemasukan. Sponsor pun mengucurkan lagi dananya,” urainya.

Iriawan menekankan, untuk memastikan diterapkannya protokol kesehatan pada kompetisi sepak bola, PSSI telah menerbitkan buku panduan ‘Protokol Keselamatan Covid-19 untuk Penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 2020’.

“Panduan ini dirumuskan dengan kombinasi berbagai referensi dari FIFA, WHO, AFF, Kemenkes, Kemenpora dan Bundesliga. Di dalamnya terdiri dari tujuh bagian pedoman,” jelasnya.

Panduan-panduan di dalam buku itu di antaranya pencegahan dan pengendalian covid-19 untuk klub sepakbola, panduan sebelum pertandingan, orang-orang yang boleh berada di stadion, panduan saat hari pertandingan, panduan setelah pertandingan, serta penerapan higiene dan sanitasi lingkungan di area stadion.

Selain Ketua Umum PSSI, seminar virtual yang dimoderatori presenter Tio Nugroho ini juga menghadirkan pembicara antara lain Duta Besar RI untuk Jerman Dr. Arif Havas Oegroseno, Kasatgas Anti Mafia Sepak Bola Brigjen. Pol. Hendro Pandowo, Kaprodi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI Dr. Henny Saptatia Drajati Nugrahani, Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, Ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman dan Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali. ***

wwwwww