Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
10 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Kriminal

Pilkada 2020, Legislator Minta Menkeu Jamin Stimulus Demokrasi

Pilkada 2020, Legislator Minta Menkeu Jamin Stimulus Demokrasi
Ilustrasi. (Foto: Ist.)
Senin, 15 Juni 2020 16:04 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Hugua, meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memikirkan juga stimulus bidang politik dan demokrasi. Mengingat, Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada sosial dan ekonomi.

"Kalau di sektor ekonomi ada yang namanya stimulus ekonomi, kalau di sosial ada stimulus sosial dan seterusnya, kenapa tidak ada pemikiran untuk ada stimulus politik atau stimulus demokrasi? Karena ini menyangkut dengan masalah kepemimpinan," ucap Hugua dalam rapat kerja virtual baru-baru ini, dikutip dari parlementaria, Senin (15/6/2020).

Dalam rapat yang digelar bersama Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, KPU, Bawaslu, DKPP dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, memang mengemuka ajuan anggaran penyelenggaraan Pilkada 2020 senilai Rp 4,77 triliun. Dari nilai itu, Menkeu dikabarkan menyetujui pemberian anggaran Rp 1 triliun di tahap pertama, sementara sisanya diberikan secara bertahap.

Jaminan ketersediaan anggaran dalam konteks stimulus demokrasi ini, dinilai Hugua, penting untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik.

"Salah memilih pemimpin daerah, ini masalah demokrasi. Tidak ada ekonomi, tidak ada kamtibmas, kalau salah memilih pemimpin karena kualitasnya rendah dikarenakan Pilkada yang tidak berkualitas. Oleh karena itu saya meminta kepada Menteri Keuangan agar tidak ada alasan untuk tidak ada anggaran," imbuhnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww