Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
3
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
22 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
23 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
11 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  Olahraga

Kasus Manila Jangan Terulang, Agus Febrianto: PB PGSI Harus Punya Renstra

Kasus Manila Jangan Terulang, Agus Febrianto: PB PGSI Harus Punya Renstra
Agus Febriyanto, Sekum Pengprov PGSI Kalsel. (Ist)
Rabu, 17 Juni 2020 16:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tidak tampilnya Tim Gulat Indonesia pada SEA Games Manila 2019 jadi preseden buruk. Padahal, cabang olahraga (cabor) gulat menjadi tambang emas bagi Kontingen Indonesia yang tidak pernah absen pada setiap pelaksanaan pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara.

Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PGSI Kalimantan Selatan (Kalsel), Agus Febrianto yang dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (17/6/2020), tidak tampilnya gulat pada SEA Games Manila 2019 lebih disebabkan PB PGSI tidak  memiliki rencana strategi (Renstra) jangka pendek, menengah dan panjang. "Sudah saatnya PB PGSI menyusun Renstra jangka pendek, menengah dan panjang sehingga kegagalan tampil di Manila tidak terulang kembali dan menjadikan gulat sebagai cabor yang bisa diandalkan saat memperkuat Kontingen Indonesia di SEA Games," katanya. 

Melalui Renstra yang disusun dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas), kata Agus Febrianto yang juga mantan Wakil Ketua Umum PB PGSI,  bisa dilakulan evaluasi tentang kegagalan dan menyusun program dalam rangka meningkatkan prestasi gulat Indonesia ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 

Lantas apa yang perlu dilakukan PB PGSI pimpinan Trimedya Panjaitan? Agus menjawab, "PB PGSI harus menjadi jembatan bagi Pengprov PGSI  se-Indonesia dalam membuat program event nasional dan juga menjadi jembatan bagi pegulat daerah yang akan diterjunkan pada ajang multi event maupun single event internasional."

Berbicara masalah pandemi Covid 19, kata Agus Febriyanto, memang seluruh cabor terhenti menjalani program latihan. Namun, dia menyebut Pengprov PGSI tetap menjalankan program latihan untuk menjaga stamina pegulat. "Gulat itu cabor olahraga kontak fisik. Jadi, kita hanya menjalankan program latihan untuk mempertahankan kondisi fisik saja dan tak ada latihan teknik sesuai dengan protokol kesehatan," jelasnya. 

Secara terpisah, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PGSI, Gusti Randa mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menyusun program latihan gulat sesuai protokol kesehatan.  "Ya, kita baru akan menyusun program latihan sesuai protokol kesehatan," katanya. 


wwwwww