Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
23 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
24 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
24 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
4
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
13 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
5
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
13 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
6
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
12 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
Home  /  Berita  /  Politik

Bangkitkan Perekonomian Nasional, Fadel Muhammad Minta Pemda Gerakkan Ekonomi

Bangkitkan Perekonomian Nasional, Fadel Muhammad Minta Pemda Gerakkan Ekonomi
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad. (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 12:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad meminta pemerintah daerah bisa segera menyesuaikan diri dengan new normal atau kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

 Dengan begitu, Indonesia bisa segera keluar dari resesi perekonomian dalam waktu yang relatif singkat. "Pemerintah daerah harus memfasilitasinya. Dengan beroperasinya sektor industri, perekonomian dapat bergeliat kembali dan mengatrol pertumbuhan ekonomi," ujar Fadel dalam keterangannya, Jumat (19/6/2020).

Menurut Mantan Gubernur Gorontalo dua periode itu, pemerintah daerah mesti menyiapkan program pendukung penyelamatan perekonomian di daerah. Pemda wajib menjaga daya beli dan tetap menggerakkan ekonomi rakyat.

Misalnya, pemda bisa menggelar operasi pasar, mengaktifkan rumah pangan di tingkat desa, melibatkan UMKM dalam berbagai belanja pemerintah serta menyediakan stimulus yang disesuaikan dengan potensi ekonomi lokal.

"Orientasi utama kebijakan pemulihan ekonomi lokal adalah menjaga penyerapan tenaga kerja. Termasuk UMKM-UMKM harus terus dilibatkan dalam penggunaan belanja pemerintah. Perlu juga stimulus sesuai potensi ekonomi lokal, entah itu yang menyasar petani, pelaku wisata, nelayan, dan sebagainya," ungkapnya

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mesti melakukan pemetaan terhadap portofolio dunia usaha dalam menghadapi COVID-19. Pemetaan tersebut dilakukan dengan melakukan klasifikasi dunia usaha seperti mengelompokkan BUMD yang perlu segera ditangani, BUMD yang menjadi penunjang dan BUMD yang masih perlu bertahan.

"Dengan komposisi seperti ini dan sinergitas diharapkan BUMD akan tetap survive menghadapi COVID-19 ini," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Fadel, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) turut memiliki tugas untuk menjalankan fungsi intermediasi. Dalam hal ini untuk mendorong bergeraknya sektor usaha yang tengah mengalami kesulitan dari sisi keuangan.

"Peran BPD dan BPR milik pemda sangat strategis dalam menciptakan inovasi ataupun relaksasi, dengan perhitungan yang matang akan sangat membantu pergerakan dunia usaha. Pada akhirnya akan mendorong dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.***


wwwwww