Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
24 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
14 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
3
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
14 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
4
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
5
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
13 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
6
Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren, Gus Jazil: Aspirasi Kita Didengar dan Direspon Presiden Jokowi
MPR RI
23 jam yang lalu
Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren, Gus Jazil: Aspirasi Kita Didengar dan Direspon Presiden Jokowi
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Mensos Sebut Mulai Juli BLT Turun dari Rp600 Ribu Jadi Rp 300 Ribu Per-KPM

Mensos Sebut Mulai Juli BLT Turun dari Rp600 Ribu Jadi Rp 300 Ribu Per-KPM
Menteri Sosial Republik Indonesia, Julian Batubara. (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 14:55 WIB
JAKARTA - Menteri Sosial Republik Indonesia, Julian Batubara melakukan penyerahan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu kepada masyarakat Kabupaten Garut, Jumat (19/6).

BLT dari Kementerian Sosial tersebut secara simbolis diberikan di Kantor Pos Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Julian mengatakan, penerima BLT adalah warga yang terdampak Covid-19. Bantuan sebesar Rp 600 ribu perkeluarga penerima manfaat (KPM) itu pun disebutnya akan menjadi yang terakhir. Meski mulai Juli hingga Desember 2020 akan tetap ada penyaluran BLT, nilainya akan dikurangi menjadi Rp 300 ribu per KPM.

"Bantuan stimulus dari pemerintah pusat akan diarahkan ke program lain, tidak hanya untuk perlindungan sosial. Anggaran yang ada akan dipakai seperti pemulihan ekonomi untuk UMKM, insentif perpajakan dan lainnya," katanya.

Politikus PDIP ini menjelaskan, pengurangan BLT dilakukan setelah dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan begitu masyarakat pun bisa kembali beraktivitas.

"Kalau sudah mulai aktivitas, bisa kerja dan punya uang lagi. BLT dan bantuan lain hanya untuk tambahan," jelasnya.

Dia berharap masyarakat bisa kembali bekerja dengan masuknya saat ini ke fase new normal. Atas dasar hal itu pun kemudian pemerintah memertimbangkan mengurang jumlah bantuan langsung tunai kepada KPM.

Dalam proses datangnya Menteri Sosial ke Garut, rupanya hal tersebut mengundang banyak kerumunan warga. Walau sejumlah warga yang datang menggunakan masker, namun aturan jaga jarak tidak bisa diterapkan karena terlalu banyaknya warga, apalagi diantara mereka banyak yang ingin mengabadikan momen kedatangan menteri ke wilayahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww