Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
14 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
15 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
15 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Gus Jazil Apresiasi Kebijakan Kemenag dalam Penanggulangan Covid-19 di Madrasah
Politik
17 jam yang lalu
Gus Jazil Apresiasi Kebijakan Kemenag dalam Penanggulangan Covid-19 di Madrasah
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Wow ... Indra Sjafri Sebut Shin Tae Yong Banyak Bicara dan Pembohong

Wow ... Indra Sjafri Sebut Shin Tae Yong Banyak Bicara dan Pembohong
Indra Sjafri, (Ist)
Minggu, 21 Juni 2020 12:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengungkapkan sejak awal PSSI tidak setuju Shin Tae Yong menangani semua level timnas dari Timnas Senior, U 23 dan U 19. Namun, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memberikan wewenang setelah pelatih asal Korea Selatan itu memaksa.

“Sejak awal sebenarnya federasi tak setuju Shin Tae Yong melatih tiga level timnas, tapi karena Shin memaksakan hal tersebut, akhirnya PSSI memenuhinya," kata Indra Sjafri pada laman pssi.org, Sabtu (20/6/2020).

Mantan pelatih Timnas Indonesia yang gagal meraih emas pada SRA Games Manila 2019 ini melihat perilaku Shin Tae Yong menyebut Shin Tae Yong terlalu banyak berbicara ke berbagai media Korsel selama pulang ke negaranya. Bahkan, ia menyebut prilaku Shin Tae Yong itu menunjukkan keadaan diri Shin sudah tidak percaya diri dengan janjinya sendiri saat presentasi menjadi kandidat pelatih timnas. Termasuk janji menjamin Indonesia bisa juara Piala AFF 2020.

“Sementara kandidat lain, Luis Milla, tidak bisa menjamin hal itu. Pembohong namanya kalau ada seorang pelatih bisa menjamin juara dalam sepakbola,” tukas Indra.

“Dia ini sebenarnya banyak alasan saja, karena tak yakin bisa memenuhi target berat yang dibebankan federasi kita. PSSI ingin timnas senior Juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta Timnas U-19 berprestasi di Piala Dunia U-20 2021,” jelasnya.

Sebagai Direktur Teknik PSSI yang salah satu tugasnya memberikan masukan atas program latihan timnas semua jenjang usia yang diajukan Pelatih, Indra mengaku belum menerima program TC Timnas U-19 dan Timnas Senior yang terbaru dari Shin, terutama terkait urgency mengapa pelatnas harus berlangsung di Korea, bagaimana mengatur Program Timnas U-19 dan Timnas Senior yang Evennya bersamaan

“Saya harus lihat dulu seperti apa program detailnya, baru saya nilai, apakah layak TC berlangsung di sana,” jelasnya.

Terkhusus untuk Timnas U-19 baru masuk masa seleksi, menurut Indra tidak perlu menggelar TC dengan jumlah pemain besar di luar negeri. “Dalam virtual meeting, kami sudah memberikan masukan agar program Timnas Senior dan U-19 berjalan bersamaan. Sementara di Korea juga masih ada Pandemi Covid-19, belum tentu juga kita orang Indonesia bisa masuk ke Korea,” ungkapnya.

Karena itu, PSSI mengusulkan agar TC dilaksanakan di Jakarta dulu saja. “Nanti setelah tim terbentuk dan masuk program ujicoba, PSSI akan dukung sepenuhnya mau menggelar TC di mana saja,” jelasnya.

“Masak masih seleksi saja harus jauh-jauh ke luar negeri? Terlalu banyak orangnya, juga bagaimana nanti teknis pemulangannya kalau ada yang dicoret?” tanya Indra Sjafri.
Indra juga menyoroti beberapa perilaku Shin yang kurang etis.

“Kita ini tadinya menghormati Shin, tapi lama-lama yang bersangkutan bersikap seenaknya sendiri,” papar Indra,

Pekan lalu misalnya, berlangsung rapat virtual membahas timnas yang juga diikuti oleh Ketua Umum PSSI. “Dalam rapat yang dibuka oleh Ketua Umum PSSI, Shin tampak seenaknya rapat sembari mengemudikan mobil, menggunakan ponsel kencil. Sementara para pengurus PSSI mengikuti rapat dengan serius di tempat duduk masing-masing,” jelasnya.

Pekan ini pun sebenarnya terjadwal kembali rapat virtual dengan Shin, tapi mendadak Shin Tae Yong membatalkan agenda itu. “Alasannya dia ada janji melihat resort. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan dia. Apalagi dia tetap kita gaji sangat besar lho, meski selama masa Covid-19 dipotong 50 persen. Ini kok diajak rapat susah sekali,” tambahnya.

Terkait pemotongan gaji di masa pandemi, Indra menjelaskan hal itu dilakukan atas dasar kesepakatan bersama. Selain gaji yang sangat besar untuk Shin Tae Yong dan para asisten serta penerjemahnya, PSSI memperlengkapi tim pelatih asing dengan fasilitas apartemen dan mobil mewah.

Sebagaimana diketahui, Shin Tae Yong dan para asistennya memutuskan kembali ke Korsel 3 April lalu, dan belum memberikan kejelasan kapan akan kembali ke Indonesia hingga saat ini. “Padahal kita sangat memerlukan kehadiannya di Indonesia untuk menjalankan pekerjaannya, tapi malah kita yang disuruh mendatangi dia ke Korea untuk menggelar TC di sana,” tandasnya. ***


wwwwww