Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Turnamen Catur Online Terobosan di Tengah Pandemi Covid 19

Turnamen Catur Online Terobosan di Tengah Pandemi Covid 19
Yoseph Theolifus Taher. (Ist)
Minggu, 21 Juni 2020 12:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menghentikan banyak aktivitas manusia. Tidak terkecuali dalam bidang olahraga termasuk catur di dalamnya. Praktis semua turnamen catur yang resmi (kalender FIDE) maupun turnamen terbuka (open) telah dibatalkan. Dalam kondisi vakum seperti itu PB Percasi melakukan terobosan dengan menggelar  serial turnamen catur online sebanyak 15 seri dengan total hadiah yang disediakan sebesar 75 juta rupiah.

“Tujuan PB Percasi, terutama agar atlet catur nasional jangan sampai berhenti latihan. Kita tidak boleh kalah dari pandemi Covid-19,” tutur Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto.
Pertandingan catur dalam sejarahnya memang pernah diselenggarakan tanpa harus saling berhadapan secara langsung. Contohnya yang paling fenomenal adalah US vs USSR radio chess match 1945, yaitu dwitarung 10 papan antara tim Amerika Serikat melawan tim Uni Soviet melalui sarana radio.
Pada zaman Industri 4.0 ini tentu tidak ada kesulitan untuk menyelenggarakan pertandingan catur secara online. Sejak pandemi Covid-19, PB Percasi sudah menyelenggarakan pertandingan catur online sebanyak lima kali (terakhir seri V diselenggarakan Minggu 14 Juni 2020). Seri VI akan dimainkan besok Minggu 21 Juni 2020 mulai pukul 14:00 di https://lichess.org/tournament/btiM1rDh. Waktu pikir yang digunakan adalah catur kilat 3 menit plus tambahan 2 detik setiap langkahnya. Untuk dapat mengikuti turnamen tersebut pertama-tama Anda harus bergabung lebih dulu ke Tim Percasi Catur Indonesia yang beralamat di https://lichess.org/team/percasi-catur-indonesia.
Dari lima kali penyelenggaraan pesertanya membludak dan terus bertambah. Pada Seri 1 (16 Mei 2020) diikuti 574 peserta, dijuarai Sefrian Rizki Bintoro. Pada Seri II (23 Mei 2020) diikuti 612 peserta, dijuarai RB Abdul Maafi. Pada Seri III (30 Mei 2020) diikuti 1.107 peserta, dijuarai IM Yoseph Taher. Seri IV (7 Juni 2020) diikuti 1.429 peserta dijuarai IM Gilbert Tarigan. Pada Seri V (14 Juni 2020) diikuti 1.391 peserta, dijuarai FM Agus Kurniawan. Tiga nama terakhir adalah para pecatur nasional berusia muda, yaitu 21 tahun, 17 tahun, dan 22 tahun. Catur online yang memakai waktu pikir pendek membutuhkan kecepatan berpikir yang tentu lebih menguntungkan pecatur muda usia.
Masalah dalam pertandingan catur online yang tanpa wasit sangat membutuhkan kejujuran seorang atlet. Penggunaan bantuan engine computer, atau adanya pembisik di sebelah pemain dapat mengacaukan kemurnian hasil pertandingan. Oleh karena itu, disamping upaya-upaya meminimalisir kecurangan, PB Percasi juga tidak pernah lelah menghimbau agar sportivitas dijunjung tinggi. Turnamen online dibuat sebagai tempat latihan sekaligus sarana pembentukkan karakter yang jujur, sportif dan menghargai keadlian. ***

wwwwww