Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
2
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
13 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
3
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
4
Setjen MPR RI Tandatangani MoU dengan BSSN RI
MPR RI
10 jam yang lalu
Setjen MPR RI Tandatangani MoU dengan BSSN RI
5
GKSB DPR RI Sarankan Palestina Belajar dari Sejarah Indonesia
DPR RI
9 jam yang lalu
GKSB DPR RI Sarankan Palestina Belajar dari Sejarah Indonesia
6
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Ayah Bunuh Dua Anak Tiri, Mayatnya Dibuang di Got Dekat Sekolah

Ayah Bunuh Dua Anak Tiri, Mayatnya Dibuang di Got Dekat Sekolah
Pihak kepolisian saat melakukan evakuasi jenazah dua bocah yang ditemukan di area sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Minggu (21/6/2020). (Antara)
Senin, 22 Juni 2020 18:24 WIB
JAKARTA - Warga seputaran Jalan Brigjen katamso, Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, mendadak geger setelah ditemukannya 2 jasad bocah berumur 10 dan 5 tahun di dalam Parit, di areal sekolah Global Prima, Minggu (21/6/2020) pagi.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh, kedua bocah tersebut bernama Iksan Fatilah dan Rafa Anggara. Penemuan kedua mayat tersebut berawal dari pesan WhatsApp yang diterima Fathulzanah yang merupakan ibu kandung kedua jenazah dari suaminya.

Dalam isi pesan WhatsApp tersebut, sang suami mengaku telah membunuh kedua anak tirinya.

Si suami mengakui, membunuh Iksan dan Rafa dengan cara membenturkan kepala kedua anaknya ke dinding samping sekolah Global Prima.

Fathulzanah kemudian mendatangi sekolah Global Prima, dan di sana ibu korban menjumpai kedua buah hatinya telah meninggal dunia.

Kedua bocah itu meninggal dunia akibat luka dibagian kepala yang diduga akibat benturan keras.

Atas kejadian ini sontak membuat Fathulzanah menjerit histeris hingga membuat satpam sekolah Global Prima berhamburan ke arah sumber suara dan selanjutnya, satpam sekolah langsung menghubungi Polsek Medan Kota.

"Aku dengar ibu itu menjerit," kata salah satu satpam sekolah Global Prima yang namanya tak mau dipublikasikan.

Dia mengatakan, melihat di parit ada dua sosok mayat anak-anak, dan menurut pengakuan dari ibu itu (Fathulzanah) keduanya adalah anak kandungnya.

"Kemudian kami menelepon Polsek Medan Kota dan tidak berapa lama datang diloakasi bersama tim INAFIS Polrestabes Medan dan membawa kedua mayat bayi tersebut ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk di autopsi," kata dia.

Menyikapi kasus ini Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Ainul Yaqin saat dihubungi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. "Masih kita Selidiki," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Suara.com
Kategori:GoNews Group, Hukum, Peristiwa, Sumatera Utara

wwwwww