Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
8 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
2
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
MPR RI
11 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
3
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Pendidikan
11 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
8 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
6
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Naik pada Sabtu di Pos Koto Baru, 5 Pendaki Marapi Hilang Saat Turun

Naik pada Sabtu di Pos Koto Baru, 5 Pendaki Marapi Hilang Saat Turun
Gunung Marapi di Sumatera Barat. (kumparan)
Selasa, 23 Juni 2020 13:59 WIB
BUKITTINGGI - Lima pendaki dilaporkan hilang saat turun dari puncak Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (22/6/2020) sore.

Kelima pendaki tersebut merupakan pemuda asal Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumbar.

''Kami terima laporan dari wali nagari pagi tadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan Satgas dan Basarnas untuk langsung melakukan pencarian,'' kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Muhammad Lutfi Ar saat dikonfirmasi dari Bukittinggi, Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh wali nagari setempat, lanjut Lutfi, lima pemuda yang dilaporkan hilang itu adalah Nuri (18), Ridho (19), Halim(19), Fauzi(19) dan Robi (19). Mereka memulai pendakian ke Gunung Marapi dari Pos Koto Baru, Tanah Datar, pada Sabtu (20/6).

Saat berada di puncak gunung pada Senin (22/6), kelompok tersebut bertemu dengan kelompok pendaki lain yang juga warga Nagari Bukik Batabuah atas nama Rahmad.

Ketika akan melakukan perjalanan turun, dua kelompok itu memilih jalur berbeda, yaitu kelompok Rahmad melalui jalur Koto Baru dan kelompok Nuri dan teman-temannya memilih jalur Badorai.

''Jadi lima pemuda itu naik dan turun melewati jalur berbeda. Diinformasikan pula kelima orang ini dalam perjalanan turun tanpa perbekalan,'' katanya.

Pada Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB, salah satu dari rombongan pendaki tersebut mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Kelompok Pecinta Alam Palala Agam atas nama Zul untuk mengabarkan bahwa mereka hilang arah dan memberitahukan posisi saat itu di tengah rimba.

Namun tidak selang berapa lama akhirnya kehilangan kontak sehingga anggota Palala Agam, keluarga dan pemuda Bukik Batabuah mencoba menjemput ke lokasi yang diinformasikan terakhir kali.

''Namun setelah sampai di sana tidak ditemukan jejak sama sekali. Pagi tadi kami terima laporan dan sampai Selasa (23/6) pukul 11.05 WIB, lima pemuda itu masih belum ditemukan dan pencarian masih berlanjut,'' demikian Muhammad Lutfi Ar. ***

Editor:hasan b
Sumber:antaranews.com
Kategori:Peristiwa

wwwwww