Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
3 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
4 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
3 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
4 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Home  /  Berita  /  Politik

Rizki Sadiq: Pancasila Sudah Final, Tak Bisa Diganggu Gugat

Rizki Sadiq: Pancasila Sudah Final, Tak Bisa Diganggu Gugat
Minggu, 28 Juni 2020 19:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BLITAR - Anggota MPR RI dari daerah pemilihan JawaTimur VI, Rizki Sadig, dengan tegas mengatakan, Pancasila tidak bisa diubah dan kedudukannya sebagai Ideologi bangsa sudah final.

Demikian diungkapkan Anggota DPR dari Fraksi PAN ini, saat menyampaikan pesan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Rumah Makan, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

Untuk itu, Riski Sadig mengajak semua elemen bangsa termasuk masyarakat supaya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republika Indonesia. "Mari kita semua bersama - sama memelihara prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dengan mengamalkan UUD 1945, menjadikan Pancasila tetap sebagai falsafah kehidupan Berbangsa dan Bernegara," ujarnya.

"Pancasila sudah final dan mengikat sehingga tidak bisa diganggu gugat, Pancasila harga mati, tak wajar jika ada upaya "mengakali" Pancasila, dengan berbagai argumentasi yang mengada - ada untuk menambah atau mengurangi nilai dan jumlah sila dalam Pancasila," tegas Rizki.

Pancasila kata Dia, sudah disepakati oleh pendiri bangsa dan founding fathers saat era perjuangan kemerdekaan 1945 yang dituangkan ke dalam UUD RI 1945.

"Dan yang pasti Pancasila juga sudah diperkuat dengan amandemen UUD RI tahun 2002 lalu," tandasnya.***


wwwwww