Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Eky Taufik Respon Kebijakan Renegosiasi Kontrak

Eky Taufik Respon Kebijakan Renegosiasi Kontrak
Rabu, 01 Juli 2020 20:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution

LAMONGAN - Situasi pandemi Covid-19 yang memaksa Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 dihentikan sementara waktu membuat klub berada dalam kondisi sulit karena tidak adanya pemasukan selama kurang lebih empat bulan. Makanya, kapten Persela Lamongan, Eky Taufik merespon kebijakan renegosiasi kontrak pemain sebagai hal yang bisa dimaklumi. 

Renegosiasi kontrak merupakan bagian dari kebijakan yang harus diambil sebagai langkah mempersiapkan kompetisi yang akan kembali bergulir pada Oktober mendatang. 

Sebagai pemain, Eky mengakui bahwa dia menerima keputusan manajemen klub soal kebijakan renegosiasi kontrak pemain. “Kalau saya oke-oke saja, renegosiasi karena situasi dan kondisinya belum stabil terutama kondisi keuangan klub. Pasti di tim agak oleng kondisinya,” ujar Eky.

Eky berharap kebijakan renegosiasi gaji pemain dapat membantu klub untuk menstabilkan kondisi keuangan klub. Situasi seperti saat ini, pemain dan klub tidak dapat egois dengan keinginan masing-masing. “Boleh lah kita renegosiasi soal kontrak memang karena hal itu diperlukan untuk menstabilkan kondisi keuangan tim,” imbuhnya.

Sebelumnya telah ada kebijakan gaji pemain dibayar sebesar 25 persen dari nilai kontrak sejak Maret hingga Juni ini sebagai konsekuensi karena dihentikannya kompetisi. Wacana dilanjutkannya kompetisi pada September atau Oktober mendatang membuat klub-klub mengusulkan renegosiasi kontrak pemain. ***

wwwwww