Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
2 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
2 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Kriminal

Dukung Pencegahan PHK, Bobby Minta Operator Seluler Terbuka

Dukung Pencegahan PHK, Bobby Minta Operator Seluler Terbuka
Anggota Komisi I Fraksi Golkar DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi. (Gambar: Ist.)
Kamis, 02 Juli 2020 21:44 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi, meminta agar industri telekomunikasi terbuka mengenai kondisi bisnis di tengah pandemi, guna mengantisipasi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Secara korporat, apakah benar korporasi dalam keadaan sehat? Sehingga dalam waktu sampai 31 Desember 2020 kami ingin memastikan di sektor telekomunikasi ini tidak akan ada PHK, tidak akan ada lay off. Sehingga jangan menambah beban angka pengangguran,” kata Bobby dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Informasi dan ICT dengan Direktur Utama (Dirut) Telkomsel, Indosat dan XL Axiata di Gedung DPR RI, Kamis (2/7/2020).

“Kalau ini berhasil, kita bisa mengatakan bahwa hanya industri yang bermitra dengan Komisi I tidak ada lay off. Industri senjata tidak ada lay off,” imbuh legislator Fraksi Partai Golkar itu.

Keterbukaan mitra kerja, menjadi sangat penting untuk menentukan langkah antisipasi PHK yang bisa ditempuh bersama-sama.

“Jangan sampai seperti sektor lain, ruginya sudah lama, lalu baru 2-3 bulan stop saja langsung lay off-nya ampun-ampunan,” ujar dia.

Bobby melanjutkan, Jika PHK bisa dicegah hingga 31 Desember 2020, namun industri telekomunikasi menyatakan masih ada business uncertenty (ketidakpastian bisnis), “apa yang harus kita lakukan? Apakah regulasi atau deregulasi?”.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga meminta para operator telekomunikasi itu untuk terbuka mengenai kendala operasional yang dihadapi dan insentif yang dibutuhkan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww