Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
16 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
16 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
4
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
Hukum
15 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
5
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
13 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
6
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
MPR RI
4 jam yang lalu
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
Home  /  Berita  /  Politik

Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti

Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
Nina Agustin Da'i Bachtiar. (Istimewa)
Kamis, 02 Juli 2020 20:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Nina Agustin Da'i Bachtiar menambah daftar tokoh kuat yang bakal bertarung dalam perebutan kursi bupati Indramayu tahun 2020. Nina merupakan anak mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar.

Perempuan berlatar belakang pengusaha itu maju sebagai bakal calon Bupati Indramayu dengan mendaftar ke PDI Perjuangan. Ia diprediksi bakal menggungguli lawan-lawanya di pertarungan Pilkada serentak 2020 nanti.

Hal ini sesuai dengan hasil suvei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang mengukur tingkat keterpilihan (elektabilitas) figur-figur yang siap berkompetisi dalam Pemilihan Calon Bupati Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, jelang Pilkada 2020. Survei ini dilakukan pada 3 - 15 Juni 2020 dengan jumlah 885 responden dari total DPT 1.353.210 warga Indramayu.

Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono mengatakan, pihaknya telah mensurvei 20 nama Bakal Calon Bupati Indramayu 2020. Dimana nama Nina Agustin Dai Bachtiar unggul menempati urutan pertama dari sisi elektabilitas, yakni 11,1 persen. Disusul Daniel Muttaqin Syaifudin (10,1 persen), Anwar Sanusi (7,2 persen), Taufik Hidayat dan Hilal Himawan (6,9 persen) serta Saefudin (5,2 persen).

"Sementara kandidat yang lain masih dibawah 5 persen dengan swing voters 37,8 persen," kata Arifin dalam keterangan persnya, Kamis (2/7/20).

Pada simulasi 10 nama, urutan ini tidak berubah. Akan tetapi persaingan tiga kandidat, yaitu Nina Agustin, Daniel Muttaqin dan Anwar Sanusi semakin terlihat meninggalkan kandidat-kandidat lainnya.

"Selisih elektabilitas antara 3 kandidat tersebut sangat tipis, yaitu 3 persen. Sehingga memungkinkan untuk saling salip diantara ketiga kandidat tersebut," terang Arifin.

Sementara, pada simulasi 5 nama, Nina Agustin dan Daniel Muttaqin mulai meninggalkan Anwar Sanusi yang hanya memperoleh 15,8 peesen dibandingkan Nina Agustin 21,1 persen, dan Daniel Muttaqin yang memperoleh 19,5 persen. Kendati demikian, Anwar Sanusi unggul dalam segmen pemilih muslim yang mencapai 10 persen dibandingkan kandidat lainnya.

Dalam segmen pemilih lainnya Nina Agustin relatif unggul dibandingkan kandidat lainnya walau dengan selisih yang tipis. Sedangkan dalam katagori usia pemilih 50 tahun ke atas Daniel Muttaqin memimpin dengan perolehan suara diatas 9 persen.

Pemilih militan (strong supporter) terbanyak berada di Nina Agustin Dai Bachtiar (10,45 persen) dengan soft supporter (48,73 persen). Kemudian Daniel Muttaqin Syaifudin (9,18 persen) dan Anwar Sanusi (5,82 persen). "Dari hasil survei ini Daniel Muttaqin Syaifudin akan menjadi pesaing ketat bagi Nina Agustin Dai Bachtiar. Mengingat soft supporter (pemilih yang belum menentukan sikap) masih sangat tinggi. Soft supporter bisa menjadi bola liar karena sulit memprediksi arah pergerakannya," terang Arifin.

Dari situasi ini, kata Arifin, dapat disimpulkan bahwa persaingan Calon Bupati Indramayu ini akan berlangsung ketat jika terdapat dua atau tiga kandidat sekalipun. Golkar sebagai sumber suara Daniel Muttaqin masih terpecah. "Sedangkan basis suara dukungan Nina Agustin sangat kuat dari arus bawah yang menginginkan perubahan atas situasi politik di kabupaten Indramayu. Dimana dalam anggapan masyarakat sangat kentalnya politik dinasti yang berujung terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kabupaten Indramayu yang telah menggurita. Kesamaan pandangan politik ini adalah modal utama dari Nina Agustin," ungkap Arifin.

Menurut Arifin, keunggulan Nina Agustin Dai Bahtiar dalam survei ini tidak lepas dari kekecewaan atau ketidakpuasan responden terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Indramayu yang selama beberapa dekade ini tak kunjung mengangkat kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

"Beberapa hal yang menjadi sorotan responden adalah soal sulitnya lapangan kerja bagi masyarakat kabupaten Indramayu. Hal lain yang sangat menonjol adalah anggapan adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dirasakan sangat kental diruang lingkup pemerintah kabupaten Indramayu," ungkapnya.

Dalam pandangan responden, ulterang Arifin, KKN ini disebabkan adanya dinasti politik yang kuat di kabupaten Indramayu. Dimana partai Golkar yang telah berkuasa di kabupaten Indramayu selama beberapa dekade ini menjadi salah satu lingkar utama dari adanya dinasti politik ini. "Kekecewaan ini terakumulasi dan mendorong responden untuk memilih bakal calon di luar lingkaran Partai Golkar atau bakal calon tertentu yang memiliki ikatan langsung dengan dinasti politik tersebut," ujarnya.

Kendati demikian, menurut Arifin, Golkar sebagai sebuah kekuatan politik yang selama ini dominan masih mungkin memenangkan kadernya untuk menjadi bupati Indramayu dengan syarat hanya satu kader partai yang maju sehingga dukungan tidak terpecah.

Arifin Nur Cahyono mengatakan, sehubungan dengan kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan survei ini disesuaikan dengan penyederhanaan kuesioner dengan hanya menanyakan pertanyaan inti terkait keyakinan dan ekspetasi masyarakat terhadap pilihan calon Bupati Kabupaten Indramayu dan harapan masyarakat pada Pilkada yang akan datang.

Penyederhanaan kuesioner tersebut dilakukan sejalan dengan penyesuaian mekanisme pelaksanaan survei yang dilaksanakan menggunakan metode face to face interview sebanyak 50 persen, dan phone survei sebanyak 50 persen.

Untuk diketahui, metode sampling ditentukan dengan mengunakan metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/- 3,3 persen.***


wwwwww