Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
Umum
22 jam yang lalu
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
2
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
Kesehatan
21 jam yang lalu
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
3
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Umum
22 jam yang lalu
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
4
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
5
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
Peristiwa
21 jam yang lalu
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
6
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
20 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Saat Akan Dikarantina, Pasien Covid-19 Kabur Naik Feri, 50 Penumpang Terpaksa Tes Swab

Saat Akan Dikarantina, Pasien Covid-19 Kabur Naik Feri, 50 Penumpang Terpaksa Tes Swab
Petugas mengevakuasi pasien Covid-19 asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melarikan diri ke Wakatobi dengan kapal feri. (sindonews.com)
Minggu, 05 Juli 2020 21:35 WIB
BAUBAU - Sekitar 50 orang penumpang kapal feri milik ASDP KMP Bahteramas II, yang berangkat dari Pelabuhan Kamaru di Kabupaten Buton, menuju Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (4/7/2020), terpaksa menjalani karantina dan tes swab.

Penyebabnya adalah, salah seorang seorang penumpang feri tersebut merupakan pasien positif Covid-19 yang kabur dari Baubau ke Wakatobi. Pasien tersebut kabur ketika hendak dikarantina oleh tim Gugus Tugas setempat.

Dikutip dari sindonews.com, suasana gaduh terekam kamera ponsel penumpang kapal ketika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi mengumumkan jika salah satu penumpang kapal feri merupakan pasien Covid-19 yang kabur dari Kota Baubau.

Apalagi ketika petugas mengumumkan jika para penumpang dan kru kapal harus menjalani karantina selama 14 hari di tempat yang telah disiapkan pemerintah daerah setempat, dan akan menjalani tes swab.

Rekaman CCTV milik kapal feri memperlihatkan saat petugas menjemput pasien yang melarikan diri tersebut. Selanjutnya satu persatu penumpang dievakuasi menuju rumah karantina menggunakan mobil Satpol PP sesuai protokol penanganan Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Baubau, Lukman menjelaskan bahwa pasien yang melarikan ini sebelumnya masuk dalam daftar 20 orang pasien yang telah diumumkan positif Covid-19 Kota Baubau. Saat diumumkan positif, pasien berinisial HED itu menolak menemui petugas medis dari Puskesmas guna dievakuasi dan mejalani isolasi di rumah sehat terpusat.

Pasien justru memilih kabur dan sengaja mematikan handphone miliknya. ''Setelah dilacak keberadaannya lewat pihak keluarga, diketahui pasien sedang menuju Wakatobi menggunakan kapal ferry. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Baubau bekerja sama dengan tim Gugus Tugas dari Wakatobi mencari keberadaan pasien. Hingga akhirnya berhasil diamankan,'' ujarnya Ahad (5/7/2020).

Pasien itu kini telah menjalani isolasi serta perawatan medis di Wakatobi dan telah tercatat sebagai pasien Covid-19.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Kesehatan

wwwwww