Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
2 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
1 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
4
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
1 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
1 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
1 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Voli

Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat

Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Minggu, 05 Juli 2020 10:58 WIB
JAKARTA - Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memproduksi massal kalung anti virus corona dengan bahan dasar kayu putih, mulai mendapat sorotan tajam. Apalagi dalam memproduksi kalung tersebut, Kementan justru menggandeng swasta yakni PT Eagle Indo Pharma atau produsen Cap Lang dan bukan BUMN Farmasi milik negara.

Menurut rilis Kementan, pembuatan kalung ini sebagai usaha Pemerintah berkontribusi mengatasi pandemi Covid-19. Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung produksi dan usaha anak bangsa.

Di media sosial banyak netizen yang mempertanyakan kenapa Kementan mengajak swasta sementara ada BUMN negara yang juga bisa membuat hal yang sama. Misalnya Kimia Farma, Indofarma dan Biofarma. Perusahaan obat dan vaksin milik negara itu dinilai sangat mampu memproduksinya.

Apalagi sampai saat ini belum ada hasil uji lab yang bisa dipertanggungjawabkan terkait kebenaran khasiat kayu putih untuk menangkal virus corona. Banyak netizen menyarankan Kementan agar berkoordinasi dengan BUMN farmasi tersebut. Agar rakyat sebagai konsumen mendapatkan obat yang benar berkhasiat dan bukan dicap sebagai ajian jimat.

"Ini belum ada hasil uji klinisnya, tiba-tiba sudah jadi kalung anti virus corona. "Ajaib benar negeriku," ujar netizen, Arya. Kontroversi soal kalung ini juga belum direspon oleh pihak Kementerian Kesehatan dan Badan POM sebagai otoritas yang paling berwenang soal pengadaan, produksi dan pengawasan obat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:Badminton, Metropolitan, Voli, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww