Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
2 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
1 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
4
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
1 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
1 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
1 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Voli

Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?

Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Menteri Pertanian Yasin limpo.(Istimewa)
Minggu, 05 Juli 2020 10:51 WIB
JAKARTA - Kalung antivirus Corona hasil karya Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) kemungkinan akan dipasarkan ke seluruh dunia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di seluruh dunia.

Sindiran keras itu dilontarkan guru besar sosiologi Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola mengomentari kalung berbahan eucalyptus yang diperkenalkan Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono itu (03/07).

Menurut Tamrin, saat kampanye Pilpres 2014, Joko Widodo pernah melontarkan niat mendayagunakan para Kedubes sebagai sentra pemasaran produk RI.

"Mungkin dipasarkan lewat Kedubes Indonesia ke seluruh dunia, khususnya AS, Brasil dan India. Jokowi saat kampanye di Pilpres 2014 pernah melontarkan niat mendayagunakan para Kedubes Indonesia sebagai sentra-sentra pemasaran produk-produk Indonesia di bawah koordinasi Mendag,” tulis Tamrin di akun Twitter @tamrintomagola.

Bahkan Tamrin menyebut produk itu sebagai bukti pejabat yang ‘kapitalis birokrat tulen’. “Kapitalis  Birokrat tulen! Diproduksi massal tanpa prosudur uji-klinik yang handal bertanggungjawab,” tegas  @tamrintomagola meretweet tulisan bertajuk “Mentan SYL: 'Kalung Anti COVID-19' Diproduksi Massal Agustus 2020.”

“Pejabat hoak,” sambung @tamrintomagola meretweet cuitan akun @aik_arif. Sebelumnya @aik_arif menulis: “Penyebar hoax terbanyak sejak awal sebenarnya ya para pejabat. Mulai dari Indonesia kebal, makan nasi kucing aman korona, flu babilah yang menyebabkan orang meninggal di RS Karyadi di bulan Februari, klorokuin obat Covid-19, dan sekarang kalung jimat.”

Kalangan praktisi medis turut mengomentari produk nyleneh itu. Dr Samuel Simon menyebut penemuan itu tidak masuk akal.

"Penemuan yang gak masuk akal. Dalam kedokteran itu ada pemeriksaan in vitro dan in vivo. Hasil baik in vitro (dari Lab) belum tentu baik juga in Vivo (pada manusia). Bisanya klaim angka keberhasilan 42%. Memangnya kalung itu bisa jadi anti petir Corona? Ketakutan di-Reshuffle?” tulis dr Samuel di akun @DrSLSimonSpKK.

Chairman JDN Indonesia, dr. Andi Khomeini Takdir atau dr Koko mengingatkan agar hasil penelitian Kementan itu dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan.

"Kalung anti-Corona? Saya mengapresiasi setiap ide dan produk yang berasal dari negeri dan pakar kita sendiri. Jangan minder, jangan mental inlander. Sekedar saran. Komunikasikan & koordinasikan hasil penelitian Kementerian Pertanian & Kementerian Kesehatan. Tinjau efeknya ke pasien," tulis dr Koko di akun @dr_koko28.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:Badminton, SEA Games, Voli, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww