Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Breaking News: Seorang Ustad Ditusuk Saat Ceramah Maulid di Aceh Tenggara
Peristiwa
22 jam yang lalu
Breaking News: Seorang Ustad Ditusuk Saat Ceramah Maulid di Aceh Tenggara
2
Penusuk Ustaz Zaid saat Ceramah Maulid di Aceh Ditangkap
Hukum
21 jam yang lalu
Penusuk Ustaz Zaid saat Ceramah Maulid di Aceh Ditangkap
3
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
Hukum
10 jam yang lalu
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
4
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
Kesehatan
10 jam yang lalu
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
5
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Politik
10 jam yang lalu
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
6
MPR Dorong Masyarakat Gunakan GOLS
Ekonomi
11 jam yang lalu
MPR Dorong Masyarakat Gunakan GOLS
Home  /  Berita  /  Hukum

Mangsa 305 Anak, Bule Predator Diciduk Polisi saat Bersama 2 ABG di Hotel

Mangsa 305 Anak, Bule Predator Diciduk Polisi saat Bersama 2 ABG di Hotel
Kamis, 09 Juli 2020 21:38 WIB
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membeberkan kronologi penangkapan Francois Abello Camille alias FAC (65), predator seks yang diduga telah mencabuli sebanyak 305 anak-anak dengan modus pemotretan.

Menurutnya, kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) ini terungkap, setelah polisi menyelidiki laporan dari masyarakat dan dilanjutkan dengan melakukan penggerebekan di sebuah hotel di Jakarta Barat.

Dalam penggerebekan itu, Francois tertangkap sedang bersama dua anak perempuan dengan kondisi telanjang. "Pada kamar tersebut penyidik mendapatkan WNA dalam kondisi setengah telanjang bersama dua anak telanjang dan setengah telanjang," kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Nana mengemukakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka diduga telah mencabuli sebanyak 305 anak. Hal itu terungkap dari rekaman video aksi cabul pelaku paedofil itu terhadap sejumlah korbannya yang tersimpan di laptop miliknya.

"Ini berdasarkan data video yang ada di laptop dalam bentuk film. Jadi seluruh data (korban) yang ada, pelaku videokan. Ada (kamera) video yang tersembunyi di kamar ketika (pelaku) melakukan actionnya," kata Nana.

Saat melakukan penangkapan, Nana merincikan pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti yang diamankan diantaranya; 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, enam memory card, 20 kondom, dan dua alat bantu seks atau vibrator.

Atas perbuatannya, bule Perancis itu dijerat dengan pasal berlapis. Beberapa pasal di antaranya, yakni Pasal 81 Jo 76D UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun atau maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Kemudian, Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Selanjutnya, Pasal 82 Jo 76E UU RI No.17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Lalu, Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta.

Terakhir, Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI Nmor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Hukum, DKI Jakarta
wwwwww