Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
5
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Kriminal

NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi

NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
Ilustrasi perumahan rakyat. (Ist./katadata)
Kamis, 09 Juli 2020 02:13 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie mengungkapkan, unsur kalangan pengembang merasakan keberatan atas tingginya harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang diatur oleh pemerintah daerah.

Hal itu diungkap Syarief saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi V DPR RI dengan Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (DPP Appernas Jaya), di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Peningkatan pendapatan Daerah memang perlu, tapi di sisi lain, ada tujuan dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dalam rangka mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat, yang harus dicapai.

Karenanya, politisi NasDem ini mengusulkan adanya insentif untuk NJOP, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerahnya, NJOP-nya itu mereka (pemda) melakukan taksir pada saat itu. Banyak pengembang yang mengeluhkan kepada saya terkait harga NJOP-nya terlalu tinggi. Ini harus ada perhatian, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, apakah diberikan insentif di situ atau dibebaskan NJOP harga tanah dan sebagainya,” demikian Syarief.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww