Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
24 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
22 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
22 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
5
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
17 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
6
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
14 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891

Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
Senin, 13 Juli 2020 15:30 WIB
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggandeng PPATK untuk menelusuri aliran dana dari rekening Haikal Hassan ke pemilik akun @opposite6891 yang diduga bernama Wahyu Budi Laksono.

Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rainhard Hutagaol mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki informasi adanya dugaan aliran dana dari nomor rekening Haikal Hassan untuk membiayai seluruh operasional pemilik akun @opposite6891.

Akun @opposite6891 merupakan penyebar data pribadi milik aktivis Denny Siregar pertama kali di media sosial Twitter.

"Kami masih menyelidiki informasi itu, semuanya akan kami dalami," tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2020).

Menurut Rainhard, tim penyidik tidak menutup kemungkinan akan memanggil Ustaz Haikal Hassan terkait hal tersebut, selama ditemukan dua alat bukti yang cukup.

Dia menjelaskan bahwa tim penyidik hingga kini masih mengembangkan perkara ilegal akses data pribadi milik Denny Siregar yang baru menetapkan satu orang tersangka yaitu FPH.

"Kami kasus akan kembangkan kasus itu, tunggu saja," katanya.

Sebelumnya, Pegiat media sosial Denny Siregar menyindir Ustaz Haikal Hasan yang mentransfer uang ke rekening pemilik akun @opposite6891. Pemilik akun @opposite6891 dengan nama asli Wahyu Budi Laksono alias Irsan A Rauf merupakan hacker pembocor data pribadi Denny Seriger.

Denny menyindir Haikal Hasan pelit. Pasalnya, Haikal hanya membayar Wahyu Budi Laksono Rp5 juta untuk kabur ke Belgia. "Gua gengsi banget cuman ditransfer 5 juta trus disuruh kabur ke Belgia. Pelit amat," sindir Denny, Sabtu (11/7/2020).

"Hacker dibayar 5 juta itu mungkin masih outsourcing," tambah penulis buku ‘Tuhan dalam Seangkir Kopi’ itu.

Haikal Hassan mengakui pernah transfer duit ke pemilik akun @opposite6891. Namun uang itu hanya untuk membantu keluarga Opposte, bukan untuk kejahatan. "Untuk kasus adanya transferan ke opposite, saya bantu utk kebutuhan primer keluarganya dijakarta. Dan ybs bukan org yg ada dlm daftar yg dikeluarkan polisi utk dicari,” kata Haikal melalui akun Twitternya, Sabtu (11/7).

"Kalau ada data itu (pelaku kejahatan), mustahil saya mau transfer, karena itu membantu sebuah kejahatan," tambah Haikal.

Transfer uang Haikal Hasan ke Opposite pertama kali diungkap oleh hacker pemilik akun @xdigeeembok.

Ia menyebut Haikal pernah mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke rekening Opposite. "Pas Maret 2019, @haikal_hassan menyarankan Wahyu @opposite6891 kabur ke Belgia. Yaelah transfer 5 juta suruh primata ngumpet di Belgia. Pak @CCICPolri bisa dipanggil nih si Babe. Sedot HP-nya pak. Mau dia delete tetep aja bisa disedot," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemilik akun @opposite6891 memiliki data ganda. Nama aslinya Wahyu Budi Laksono. Nama lainnya Irsan A Rauf. "Sejarah nama Irsan A Rauf yg dipakai di identitas di Bali. Jadi gini Irsan A Rauf adalah nama yg orang baru meninggal. Dia tetangganya Wahyu Budi Laksono. Pas selesai pemakaman, Wahyu menghubungi pak RT mau ambil nama Irsan A Rauf sebagai identitasnya,” tulisnya.

"Dgn melobi pak RT, alasan Wahyu pakai identitas Irsan A Rauf yg sdh meninggal untuk identitas baru buat sekolah di Malaysia. Lalu Pak RT membuat 'Irsan A Rauf' hidup lagi. Akhirnya diberikan surat pindah ke Bali. Di Bali KTP Irsan A Rauf hidup lagi," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co dan Jawapos
Kategori:Peristiwa, Hukum, DKI Jakarta

wwwwww