Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Puspolindo Dorong Presiden Eksekusi Opsi 'Resuffle'

Puspolindo Dorong Presiden Eksekusi Opsi Resuffle
Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo), Dian Cahyani. (Foto: Ist.)
Selasa, 14 Juli 2020 10:52 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo), Dian Cahyani mengatakan, Presiden Jokowi harus menepati janjinya untuk melakukan reshuffle.

"Jika tidak, performa kinerja pemerintah akan menurun di masa pandemi ini," kata Dian kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Beberapa menteri, kata Dian, ada yang tenggelam dan tidak jelas bagaimana kelanjutan program kerjanya. Ketidaktegasan Presiden dalam membenahi kabinetnya-sementara opsi resuffle pernah disampaikan, bisa dianggap sebatas pencitraan oleh publik.

"Sebaliknya, jika presiden melakukan reshuffle akan mendapatkan simpati masyarakat yang sedang kesal dengan kinerja para menterinya. Reshuffle musti dilakukan atas basis kinerja dan data," kata Dian.

Lebih jauh lagi, Dian juga menyoroti beberapa pos kementerian yang harus dievaluasi karena kinerja yang tidak begitu bagus selama pandemi. "Kementerian dibidang ekonomi, kesehatan, dan bidang PMK, perlu mendapatkan sorotan dan perlu dirombak,".

Sebelumnya, dalam sebuah rapat dengan pimpinan Kementerian dan Lembaga, 18 Juni 2020 lalu, Presiden memgungkapkan kejengkelannya lantaran kerja-kerja penanggulangan pandemi Covid-19 belum cukup memuaskan. Presiden mengatakan, dirinya telah memikirkan berbagai opsi termasuk resuffle dan pembubaran lembaga.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww