Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Daftar Pemilik Akun Twitter yang Diretas

Daftar Pemilik Akun Twitter yang Diretas
Ilustrasi: Ist. via Reuters
Sabtu, 18 Juli 2020 10:11 WIB
JAKARTA Twitter mengungkapkan bahwa peretas telah mengakses sistem internal mereka, menargetkan sekitar 130 akun, dan merhasil meretas akun milik sejumlah tokoh dan organisasi dunia, pada Rabu (15/7/2020) pekan ini.

Twitter mengatakan bahwa para peretas memperoleh kendali atas 'sebagian kecil' dari akun yang ditargetkan, dan mengirim tweet dari akun mereka. Masih diselidiki apakah peretas mendapatkan akses ke data pribadi dari akun yang ditargetkan.

Beberapa akun yang diretas antara lain, kandidat presiden AS Joe Biden, bintang reality show Kim Kardashian, presiden AS ke-44 Barack Obama, miliarder Elon Musk, rapper Kanye West, pendiri Amazon.com Jeff Bezos, investor Warren Buffet, pendiri Microsoft Corp Bill Gates dan akun perusahaan Uber dan Apple.

Divisi FBI di San Francisco memimpin penyelidikan peretasan tersebut. Sebagian besar anggota parlemen Washington juga mempertanyakan bagaimana hal itu terjadi.

Badan penegak hukum mengatakan, penyerang siber melakukan penipuan cryptocurrency dalam insiden tersebut. Catatan blockchain yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa para penipu menerima cryptocurrency senilai lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,47 miliar).

"Kami masih dalam proses menilai langkah-langkah jangka panjang yang dapat kami ambil dan akan membagikan rincian tersebut lebih lanjut sesegera mungkin," kata Otoritas Twitter dikutip dari antaranews.com, Sabtu (18/7/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Basket, Olympic, PON
wwwwww