Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
16 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Nasional

Ahli Kesehatan Ungkap Pentingnya Pemurnian Virus, Lalu Seberapa Efektif Vaksin Sinovac?

Ahli Kesehatan Ungkap Pentingnya Pemurnian Virus, Lalu Seberapa Efektif Vaksin Sinovac?
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra (kanan). (Foto: KWP)
Kamis, 23 Juli 2020 16:03 WIB
JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, menyatakan pentingnya Indonesia melakukan pemurnian virus corona yang ada di Indonesia guna mendapatkan vaksin yang efektif.

"Harusnya. Dan seharusnya pemerintah itu mendorong itu sejak awal," kata Hermawan usai gelaran diskusi di media center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki peneliti-peneliti yang hebat dengan kepakaran yang sebenarnya sudah cukup lengkap.

Tetapi memang, lanjut Hermawan, "tentu ada teknologi, ada anggaran di situ, juga ada advokasi global,".

"Karena bicara vaksin itu ada kaitannya dengan perdagangan vaksin global. Jadi bagaimana meng-endorse agar bio farma sebagai BUMN bidang vaksin ini betul-betul mampu tampil secara global. Kenyataannya kan kita masih pada level nasional sekalipun ada beberapa produk yang mendunia, tapi ujicoba, penemuan, harusnya datang dari kita sendiri, ini yang kita harapkan," kata Hermawan.

Saat ini, Indonesia akan mengujicoba vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Terkait kerjasama tersebut, kata Hermawan, karena inisiatifnya bukan dari Indonesia, "mungkin proses (pemurnian, red) itu dilakukan di sana (Tiongkok, red). Kita tidak tahu sebenarnya di Indonesia seperti apa. Kita hanya dijadikan mitra dalam penelitian klinis level 3, ujicoba,".

"Jadi kalau ditanyakan proses (pemurnian, red) ini sebelumnya (di Indonesia, red), ya kita juga nggak tahu karena kita bukan orang (pihak, red) yang menginisiasi," ujar Hermawan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, Nasional

wwwwww