Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
PBSI Home Tournament 2020

Gregoria Jumpa Putri KW di Laga Puncak

Gregoria Jumpa Putri KW di Laga Puncak
Gregoria Mariska Tunjung
Jum'at, 24 Juli 2020 19:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Gregoria Mariska Tunjung melangkah ke babak final tunggal putri PBSI Home Tournament 2020 usai menghentikan perlawanan Saifi Rizka Nur Hidayah dengan skor 21-16, 21-13.

Permainan benar-benar dikendalikan oleh Gregoria, ia membuat Saifi tidak dapat mengembangkan permainan. Bola-bola sulit dan arahnya tak terduga yang menjadi andalan Gregoria, seringkali gagal diantisipasi lebih awal oleh Saifi.

Satu pengembalian Saifi yang menyangkut di net membuat Gregoria pastikan tempat di final.

"Saifi itu tipe pemain yang ulet, nggak mungkin saya bisa mematikan bola dalam sekali dua kali pukulan saja," kata Gregoria dalam wawancara usai pertandingan.

"Saya sudah siap capek karena ada beberapa reli, sedangkan Saifi kurang siap dengan pukulan-pukulan saya dan agak kaget. Waktu saya kasih pengembalian yang mengagetkan dia, dia nggak bisa mengembalikan dengan baik," tutur Gregoria.

Di babak final, Gregoria sudah ditunggu Putri Kusuma Wardani yang lebih dulu lolos. Gregoria berpeluang untuk membalas kekalahannya atas Putri di babak penyisihan grup M. Kala itu Gregoria dikalahkan lewat laga sengit rubber game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

"Putri postur tubuhnya tinggi, dia bisa mengambil bola dalam beberapa jangkauan saja. Saya harus siap mengolah bola. Dia nggak mudah dimatikan, serangan bagus, diajak reli juga oke. Saya harus lebih dari hatinya lebih nekad saja," komentar Gregoria soal Putri.

Gregoria memperkirakan bahwa laga final akan berlangsung alot. Oleh karenanya ia harus benar-benar mempersiapkan diri dengan mengatur istirahat dan pola makannya. ***

wwwwww