Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
16 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Politik

Tak Izinkan Iparnya Maju Pilkada, Jokowi Bela-belain Ketemu Surya Paloh

Tak Izinkan Iparnya Maju Pilkada, Jokowi Bela-belain Ketemu Surya Paloh
Ilustrasi, Jokowi dan Surya Paloh. (Istimewa)
Senin, 27 Juli 2020 22:13 WIB
JAKARTA - Perjalanan politik Wahyu Purwanto di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus terhenti.

Saudara ipar Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu diminta untuk tidak maju Pilkada Gunugkidul.

Jokowi memohon dengan sangat agar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tak merekomendasikan Wahyu Purwanto sebagai kandidat.

Kiprah politik Wahyu Purwanto dimulai saat maju menjadi calon wakil bupati mendampingi Subardi, pengusaha, dalam Pilkada 2015 lalu.

Saat itu, Wahyu yang diusung Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB kalah dengan pasangan Badingah-Immawan Wahyudi.

Wahyu ketika itu masih menjadi rektor Universitas Gunungkidul.

Kemudian tahun 2020 ini, Wahyu berniat maju bupati mendaftar ke Partai Nasdem bersama 9 orang lainnya.

Untuk memuluskan jalannya dalam dunia politik, Wahyu masuk sebagai dewan Pakar DPW Nasdem Daerah Istimewa Yogyakatrta (DIY).

Bahkan adik ipar Jokowi itu sudah memiliki relawan yang diberi nama 'Ponco Manggolo' yang diklaimnya sampai tingkat Padukuhan.

"Kita sudah berjalan hampir 1 tahun bersama menjelajah kabupaten Gunungkidul, tidak terasa 144 desa sudah dijelajahi bersama," ucap Wahyu saat berpamitan kepada relawan pada Minggu (26/7/2020).

Selama setahun terakhir, Wahyu sering kali memperkenalkan diri kepada masyarakat untuk maju dalam pilkada bersama ratusan relawan.

Namun demikian, menurut Wahyu, dirinya tidak bisa menghindari kenyataan jika perjalanan panjang itu harus terhenti.

"Minggu kemarin sesuai dengan arahan Bapak Joko Widodo dan Bapak Surya Paloh, dan tentu kita semua mengenal kedua tokoh ini tokoh nasional yang pasti sangat berpengalaman," ucap Wahyu.

"Beliau berdua mengarahkan perjalanan politik satu tahun ini diarahkan ke bidang sosial, saya meyakini beliau berdua memiliki pengalaman yang luas tentu memiliki wacana yang saya sendiri belum bisa menjangkaunya," sambungnya.

Penjelasan DPW Nasdem DIY

Hal itu dibenarkan Ketua DPW Nasdem DIY Subardi dihadapan relawan Wahyu Purwanto. Menurut Bardi, perpindahan dari politik ke sosial atas permintaan keluarga itu bukan isapan jempol atau isu semata.

"Ini keinginan Pak Jokowi bukan hanya sekadar bualan. Pak Jokowi menemui langsung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum (Partai Nasdem) mengharap dengan sangat, memohon dengan sagat agar Pak Wahyu jangan direkomendasikan, jangan dijadikan di politik, karena dikeluarga butuh untuk kegiatan sosial," kata Subardi.

Selanjutnya, Subardi mengaku dipanggil Surya paloh dan diberitahu mengenai hal itu.

Dia pun berharap mengikuti arahan Jokowi sebagai seorang negarawan. "Pak Wahyu juga demikian, bagian dari keluarga Pak Jokowi diperlukan di bidang sosial."

"Perjuangan, ibadah tidak harus di dunia politik, tetapi juga di dunia sosial, agar lebih punya manfaat terhadap bangsa dan negara," imbuh pria yang akrab dipanggil Mbah Bardi itu.

Dia menambahkan, meski kenyataannya pahit, Wahyu akhirnya menerima dengan jiwa kenegarawanan yang kuat dan lapang dada.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DI Yogyakarta

wwwwww