Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
16 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Miris, Orang Tua di Ciamis Rela Jual Sawah karena Anaknya Tak Punya HP saat Belajar Online

Miris, Orang Tua di Ciamis Rela Jual Sawah karena Anaknya Tak Punya HP saat Belajar Online
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 28 Juli 2020 16:25 WIB
CIAMIS - Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Pasawahan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengalami kesulitan belajar secara online. Para siswa tidak mempunyai handphone dan sulit mendapatkan sinyal.

Siswi Kelas IX, Tuti Alawiah mengaku belajar di Pos Ronda karena tidak mendapatkan sinyal jika belajar secara online di rumah. Selain itu jika mengetahui ada tugas dari temannya karena tidak mempunyai handphone.

"Belajar tugas sekolah di rumah nggak ada sinyal. Yang ada di Pos Ronda," ucap Tuti di Ciamis, Senin (27/7/2020).

Selama belajar secara online, Tuti mengaku meminjam handphone milik temannya agar bisa mengerjakan tugas sekolah. Kesulitan hal tersebut pernah disampaikan kepada gurunya.

"Kesulitan nggak punya HP, tahu ada tugas dari guru dari teman," kata dia.

Sementara itu, Siswi Kelas IX Julia mengaku orang tuanya kesulitan untuk membiayai kuota internet selama belajar secara online. Bahkan orang tuanya terpaksa menjual sawah untuk membeli handphone.

"Iya jual sawah untuk beli HP," ucap Julia.

Di sisi lain, Kepala SMP Plus Pasawahan Adi Durohman mengakui para siswa tidak mempunyai handphone untuk mendukung kegiatan belajar via daring. Sebab beberapa siswa di SMP Plus Pasawahan dari keluarga tidak mampu.

"Untuk proses pembelajaran kan harus daring kesulitannya alat dan sekolah ada di ujung Kabupaten Ciamis," ucap Adi.

Karena itu, Adi meminta Dinas Pendidikan Ciamis menerapakan belajar tatap muka untuk meringankan beban orang tua siswa. Kendala orang tua di Pasawahan yang penghasilan rata-rata Rp1 juta per bulan mengeluarkan uang banyak untuk kuota internet dan beli HP.

"Proses belajar daring memang beberapa wilayah susah sinyal maka kami minta belajar tatap muka," kata Adi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Pendidikan, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww