Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
Home  /  Berita  /  Olympic

PKS Protes, Pembangunan Pusat Data Nasional Pakai Pembiayaan Asing

PKS Protes, Pembangunan Pusat Data Nasional Pakai Pembiayaan Asing
Kamis, 30 Juli 2020 20:26 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Sukamta mempertanyakan rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mempercepat pembangunan pusat data nasional dengan menggandeng perusahaan pembiayaan dari Perancis.

"Mengapa untuk bangun data center, yang merupakan infrastrukfur vital pemerintah, harus dengan dana asing?" ujar politisi PKS itu mempertanyakan, Kamis (30/7/2020).

Padahal, katanya, semua data pemerintah akan ada dalam pusat data tersebut. Menurutnya, wajar bila timbul kekhawatiran apabila ada campur tangan asing di situ.

Pasalnya, potensi penambangan data oleh asing menjadi semakin terbuka. "Saya ingatkan pemerintah tentang kedaulatan data. Jangan sampai kedaulatan data kita tergadaikan nantinya," katanya.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu menekankan bahwa skema kerja sama tersebut perlu diperjelas. "Apakah mereka ikut dalam spesifikasi teknis dan implementasinya? Jika ya, tentu ini sangat mengkhawatirkan," katanya.

Padahal, Sukamta juga menambahkan bahwa banyak pemain lokal yang kompeten di bidang data center. Para pelaku usaha lokal itu, jelas dia, sudah diakui secara global.

"Bahkan ada cloud computing provider global yang 'numpang' di data center lokal kita. Kita harus bisa mandiri. Bibit-bibit yang kompeten harus kita dukung. Jangan justru kita membesarkan kepentingan asing," katanya.

Karena itulah dia merasa aneh kalau pemerintah justru membangun data center sendiri dengan campur tangan asing. Dia mengatakan hal itu menunjukkan Indonesia menghadapi era industri 4.0 dengan setengah-setengah.

"Skema pendanaan dari asing ini buktinya, urusan yang sangat vital pun kita tidak berusaha untuk berdikari. Ini yang perlu kita perjelas, agar kedaulatan kita sekarang dan akan datang tetap terjaga secara utuh," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww