Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
20 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
17 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
Ekonomi
24 jam yang lalu
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
4
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
5 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
5
Kata Gus Menteri, Satu Desa hanya Boleh Punya Satu Bumdes, Namun Khusus BumDesa Boleh Lebih dari Satu
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Kata Gus Menteri, Satu Desa hanya Boleh Punya Satu Bumdes, Namun Khusus BumDesa Boleh Lebih dari Satu
6
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
6 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Home  /  Berita  /  Riau

PN Bengkalis Vonis Mati 2 Terdakwa Kasus Narkoba

PN Bengkalis Vonis Mati 2 Terdakwa Kasus Narkoba
Ilustrasi sabu-sabu. (detikcom)
Jum'at, 07 Agustus 2020 08:16 WIB
BENGKALIS - Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (4/8/2020), menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap dua terdakwa kasus narkoba.

Kedua terdakwa, yakni Abdillah Febriadi alias Batak alias Ade Vicent Bin Abas Hasibuan dan Rico Lisando alias Ripo Bin Alm Lisril, sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 20 tahun penjara dan denda Rp20 miliar atau subsider 6 bulan.

''Dalam hal ini majelis berpendapat lain terhadap tuntutan tersebut, karena ada hal- hal yang ditemukan dalam fakta persidangan, maka majelis hakim memvonis kedua terdakwa tersebut dengan hukuman mati,'' ungkap Juru Bicara PN Bengkalis Mohd Rizky Musmar, Kamis (6/8).

Windrayanto, sebagai pengacara dari pos bantuan hukum, menyatakan banding terkait vonis mati terhadap dua kliennya tersebut.

Terdakwa Abdillah Febriadi alias Batak alias Ade Vicent Bin Abas Hasibuan merupakan warga Kota Pekanbaru, sedangkan Rico Lisando alias Ripo Bin Alm Lisril merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.

JPU menjerat keduanya dengan pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU Kejari Bengkalis Irvan Rahmadani Prayogo saat dikonfirmasi mengenai putusan vonis majelis hakim tersebut, menyatakan pikir-pikir dulu.

Abdillah Febriadi (31) dan Rivo Risaldo (24) diduga merupakan komplotan jaringan narkotika internasional. Kasus bermula saat aparat kepolisian mengendus akan masuknya sabu dari Malaysia dalam jumlah besar pada Januari 2020.

Polisi dan petugas terkait langsung menyergap keduanya saat berada di Selat Bengkalis menggunakan kapal patroli. Saat akan ditangkap, komplotan itu sempat lolos, namun akhirnya ditangkap di Jalan Lintas Sungai Pakning, Desa Buruk Bakul, Bukti Batu, Bengkalis dengan barang bukti 19 kg sabu di dalam kendaraan yang mereka tumpangi.***

Editor:hasan b
Sumber:antaranews.com
Kategori:Hukum, Riau
wwwwww