Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
Pendidikan
17 jam yang lalu
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
2
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
Umum
16 jam yang lalu
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
3
Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
Peristiwa
15 jam yang lalu
Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
4
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
Peristiwa
14 jam yang lalu
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
5
Permintaan 'Staycation' Meningkat meski Pandemi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Permintaan Staycation Meningkat meski Pandemi
6
Lebih dari 10 Ribuan Personel Gabungan Amankan Demo Bermassa 4 Ribuan
Hukum
13 jam yang lalu
Lebih dari 10 Ribuan Personel Gabungan Amankan Demo Bermassa 4 Ribuan
Home  /  Berita  /  DPD RI

Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020

Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Foto: Dok. GoNews.co
Senin, 10 Agustus 2020 09:13 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus menilai, banyaknya calon tunggal dalam Pilkada sebagai tanda demokrasi yang tidak sehat.

"Ini menurut saya merupakan preseden buruk dalam rangka pendidikan politik dan pendidikan demokrasi," kata Guspardi kepada wartawan parlemen, Senin (10/8/2020).

Karenanya, Ia mendorong agar threshold atau syarat ambang batas untuk Pilkada bisa diturunkan.

"Itu salah satu cara. Syarat 5-10 persen kursi sudah cukup. Itu memudahkan banyaknya partai mencalonkan pasangan. Kita malu, masa yang menjadi lawan bukan yang berotak, tapi kotak," kata Guspardi.

Sebelumnya, Perludem memperkirakan calon tunggal melawan kotak kosong akan terjadi di 31 daerah pada Pilkada 2020 mendatang. Daerah potensial itu terdiri dari 26 kabupaten dan lima kota dari 270 daerah yang menggelar pilkada serentak tahun ini.

"Tetapi ini masih bisa berubah karena masih sangat dinamis, tahu sendiri proses pencalonan di pilkada kita cenderung injury time," ujar Dir Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Titi menyebutkan, dari 31 daerah, 20 di antaranya menunjukkan kecenderungan calon tunggal yang kuat. 20 daerah itu antara lain Kota Semarang, Kota Surakarta/Solo, Kebumen, Grobogan, Sragen, Wonosobo, Ngawi, Wonogiri, Kediri, Kabupaten Semarang, Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Boyolali, Klaten, Gowa, Sopeng, Pematang Siantar, Balikpapan, dan Gunung Sitoli.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPD RI, Nasional, Politik
wwwwww