Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
22 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
2
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
22 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
3
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
4
Tunggu Hasil Tes Swab, Skuat PSIS Libur Latihan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tunggu Hasil Tes Swab, Skuat PSIS Libur Latihan
5
Dikalahkan Bosnia, Shin Tae Yong: Masih Banyak PR Harus Diselesaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
6
Ketua MPR Ajak Lady Bikers jadi Relawan Empat Pilar
MPR RI
22 jam yang lalu
Ketua MPR Ajak Lady Bikers jadi Relawan Empat Pilar
Home  /  Berita  /  DPD RI

Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020

Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Foto: Dok. GoNews.co
Senin, 10 Agustus 2020 09:13 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus menilai, banyaknya calon tunggal dalam Pilkada sebagai tanda demokrasi yang tidak sehat.

"Ini menurut saya merupakan preseden buruk dalam rangka pendidikan politik dan pendidikan demokrasi," kata Guspardi kepada wartawan parlemen, Senin (10/8/2020).

Karenanya, Ia mendorong agar threshold atau syarat ambang batas untuk Pilkada bisa diturunkan.

"Itu salah satu cara. Syarat 5-10 persen kursi sudah cukup. Itu memudahkan banyaknya partai mencalonkan pasangan. Kita malu, masa yang menjadi lawan bukan yang berotak, tapi kotak," kata Guspardi.

Sebelumnya, Perludem memperkirakan calon tunggal melawan kotak kosong akan terjadi di 31 daerah pada Pilkada 2020 mendatang. Daerah potensial itu terdiri dari 26 kabupaten dan lima kota dari 270 daerah yang menggelar pilkada serentak tahun ini.

"Tetapi ini masih bisa berubah karena masih sangat dinamis, tahu sendiri proses pencalonan di pilkada kita cenderung injury time," ujar Dir Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Titi menyebutkan, dari 31 daerah, 20 di antaranya menunjukkan kecenderungan calon tunggal yang kuat. 20 daerah itu antara lain Kota Semarang, Kota Surakarta/Solo, Kebumen, Grobogan, Sragen, Wonosobo, Ngawi, Wonogiri, Kediri, Kabupaten Semarang, Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Boyolali, Klaten, Gowa, Sopeng, Pematang Siantar, Balikpapan, dan Gunung Sitoli.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPD RI, Nasional, Politik

wwwwww