Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
DPD RI
10 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
2
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
Politik
16 jam yang lalu
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
3
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
Politik
15 jam yang lalu
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
4
PKS: Kalau Mau Rakyat Selamat, Pilkada Wajib Ditunda!
Politik
15 jam yang lalu
PKS: Kalau Mau Rakyat Selamat, Pilkada Wajib Ditunda!
5
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
15 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
6
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
15 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Home  /  Berita  /  DPR RI

Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru

Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
Foto: Dok. GoNews.co
Senin, 10 Agustus 2020 09:40 WIB
JAKARTA -Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 telah menurunkan tingkat konsumsi dan investasi. Ini berdampak pada persaingan dunia kerja.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 27 Mei 2020, sebanyak 3.066.567 pekerja terdampak Covid-19 di-PHK maupun dirumahkan. Sedangkan menurut catatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, hingga Juli 2020 ada lebih dari 6,4 juta pekerja yang di-PHK ataupun dirumahkan.

Sementara itu, lanjut Anis, masib menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum pandemi tepatnya pada Februari 2020, penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan masih didominasi tiga lapangan kerja, yakni pertanian sebesar 29,04%, perdanganan sebesar 18,63%, dan industri pengolahan sebesar 14,09%.

"Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase, jika dibandingkan dengan Februari 2019, yakni jasa pendidikan meningkat 0,24%, konstruksi meningkat 0,19%, dan jasa kesehatan meningkat 0,13%," kata Anis kepada wartawan parlemen, Senin (10/8/2020).

Anis juga mengatakan, peluang bekerja di bidang penjualan dan pemasaran (sales and marketing) paling besar, mencapai 50,5%. Rinciannya, sebanyak 0,35% internship, 32,49% entry level, 65,14% associate, 1,98% mid senior, dan 0,07% director.

Peluang lowongan pekerjaan di bidang IT dan software mencapai 13,4%, dengan rincian 2,92% internship, 37,92% entry level, 39,01% associate, 19,82% mid senior, dan 0,33% director. Posisi berikutnya bidang pelayanan umum (general services) sebesar 11,5%, dengan rincian 32,44% internship, 66,56% entry level, 0,78% associate, 0,19% mid senior, dan 0,03% director.

Secara keseluruhan, kata Anis, lowongan kerja yang dibuka untuk lulusan baru mencapai 54,2%. Posisi programm officer development paling banyak dicari calon pekerja. Diikuti account officer business analyst, social media officer dan banking officer.

Anis yang juga seorang dosen Pasca Sarjana Universitas YARSI ini memberikan masukan kepada penyelenggara pendidikan tinggi untuk komitmen dalam peningkatan investasi di pengembangan digital skills, selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, learn by doing, menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill melakukan kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan dan menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi terkait human-digital skills.

"Kalian semua adalah generasi pemimpin bangsa, tetap kuat menghadapi dan menjawab berbagai tantangan di masa pandemi covid 19 dan setelahnya, gunakan value yang kalian miliki. Berani Sukses, berani menerima tantangan," pungkas Anggota Baleg DPR ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww