Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  PON

Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru

Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Ilustrasi. (Net)
Kamis, 13 Agustus 2020 16:10 WIB
KOTA WARINGIN - Ratusan perempuan berusia produktif di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah akan menjadi janda baru.

Pasalnya, disaat Pandemi Covid-19 ini banyak perempuan yang menggugat suminya lantaran masalah ekonomi, narkoba hingga perselingkuhan.

Demikian disampaikan Panitera Pengadilan Agama (PA) Kobar, Muhammad Aini di kantornya, Kamis (13/8/2020).

Mengutip data yang dirilis sejak Januari hingga Agustus 2020 ada sebanyak 671 kasus gugat cerai yang didaftarkan di PA Kobar.

"Dari angka tersebut sebanyak 476 kasus perkara cerai gugat dan 195 baru dimohonkan perkaranya," ujar Aini, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, perceraian di Kobar mayoritas dilakukan oleh pihak perempuan. Mereka menggugat cerai suaminya karena faktor ekonomi dan moral. "Kalau hari senin, rabu dan kamis pasti ramai di sini yang mendaftarkan gugatan dan juga sidang."

Ia menambahkan, rata-rata usia perceraian didominasi perempuan berusia produktif (22-30 tahun). "Paling utama yakni masalah ekonomi dan disusul moral. Moral ini meliputi pergaulan bebas misalkan narkoba lalu selingkuh dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:PON, Olympic, Kalimantan Tengah
wwwwww