Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
24 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Voli

Gerakan Pembagian Masker di Depok, Gugah Kesadaran Gotong Royong Tanggulangi Pandemi

Gerakan Pembagian Masker di Depok, Gugah Kesadaran Gotong Royong Tanggulangi Pandemi
Foto: Ist.
Kamis, 13 Agustus 2020 15:37 WIB
DEPOK - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi peluncuran gerakan pembagian 2 juta masker yang dilakukan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat. Ia berharap, gerakan pembagian masker ini juga dapat dimobilisasi oleh elemen masyarakat sehingga tercipta semangat gotong royong dalam gerakan pembagian masker

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Walikota karena memang arahan dari Presiden selama 2 minggu ini harus diintensifkan sosialisasi penggunaan masker," kata Mendagri gerakan pembagian 2 juta masker di lobi kantor Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (13/8/2020).

Menurut Mendagri Tito, beberapa penelitian menunjukkan, jika setiap orang di tempat publik dan saat bertemu orang lain menggunakan masker maka bisa mengurangi potensi penularan. "Kurva penularan bisa berkurang. Bahkan ada yang menyatakan potensi penularan bisa berkurang 50 persen dan 60 persen,".

"Intinya bermanfaat lah, dan efektif. Oleh karena itu Bapak Presiden menghendaki agar sosialisasi ini dilakukan masif dan dilaksanakan mulai dengan langkah-langkah persuasif, yaitu membagi masker, karena masyarakatnya ada yang memang dia tidak mampu membeli masker otomatis pemerintah yang bantu," ujarnya.

Sosialisasi penggunaan masker, dijelaskan Tito, juga melibatkan TNI, Polri, struktur Pemda, ormas-ormas keagamaan, ormas, lembaga-lembaga adat, "juga spesifik beliau (Presiden, red) mengatakan agar jaringan PKK juga bergerak untuk door to door menyosialisasikan pentingnya masker,".

"Kita sudah melaksanakan rapat secara nasional, virtual, yang juga dihadiri oleh Ketua Umum TP PKK Pusat, Ibu Tri Tito, istri saya sendiri, karena memang ex officio. Nah disini ada Ibu Ketua TP PKK Kota Depok, beliau nanti akan bergerak juga dengan jaringan beliau," ujarnya.

Kota Depok, menurut Mendagri, menjadi perhatian karena letaknya memang dekat dengan Kota Jakarta yang jadi episentrum penularan Covid-19. Depok juga berdekatan dengan daerah Bogor, daerah padat yang penduduknya di atas 4 juta jiwa. "Interaksi masyarakat yang bolak-balik ke Jakarta, atau ke Bogor melewati Depok, begitu tinggi intensitasnya. Maka ini jadi potensi penularan virus. Karenanya, untuk mencegahnya, perlu ada keserentakan cara bertindak antara Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor,".

Di acara yang sama, Walikota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Mendagri dan jajarannya, yang telah memberi perhatian ke Kota Depok. Khususnya dalam upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19.

"Memang sudah banyak kurangnya kesadaran kedisiplinan memakai masker, untuk itulah kita juga akan menggunakan jaringan-jaringan yang ada, tidak hanya dari aparatur, TNI , Polri di wilayah ini tetapi juga seluruh Ormas, lembaga-lembaga komunitas, yang muda, komunitas perempuan, dan bahkan para pemangku kepentingan dalam bidang keagamaan, sosial budaya, ini akan kami kerahkan untuk menyadarkan masyarakat, tidak hanya sadar, tidak hanya kita menunggu kita berbagi tetapi bagaimana kita sadar untuk memakai masker. Ini yang lebih penting, jangan sampai kita beri tapi tidak dipakai, ini yang terjadi," kata Idris.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww