Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
11 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
4
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
17 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
5
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
12 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
6
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
15 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
Home  /  Berita  /  Politik

Kampungnya Marak Korupsi, Jadi Alasan Iyeth Bustami Maju Pilkada Bengkalis

Kampungnya Marak Korupsi, Jadi Alasan Iyeth Bustami Maju Pilkada Bengkalis
Kamis, 13 Agustus 2020 11:39 WIB
JAKARTA - Pelantun lagu Dangdut Melayu Sri Barat atau yang dikenal dengan nama Iyeth Bustami, resmi diusung PDIP menjadi Calon Wakil Bupati Bengkalis, Riau dalam Pilkada Serentak 2020.

Ia akan mendampingi Kaderismanto yang ditunjuk sebagai Calon Bupati Bengkalis dari PDIP dna PKB.

Selain dikenal sebagai penyanyi pop melayu, Iyeth Bustami juga dikenal sebagai penyanyi dangdut kenamaan Indonesia dan dijuluki Queen of Dangdut Melayu.

Iyeth Bustami (lahir dengan nama Sri Barat) lahir di Bengkalis, 24 Agustus 1974. Ia adalah seorang penyanyi melayu dan dangdut berkebangsaan Indonesia.

Ibu tiga anak ini juga terampil menggunakan logat Melayu asli Riau dan artis yang mempunyai ciri khas dalam berhijab. Dikutip dari Grid.ID, penikmat musik dangdut Melayu mungkin tak asing dengan sosok Iyeth Bustami.

Penyanyi 45 tahun ini bahkan identik dengan dandanannya yang nyentrik saat tampil di atas panggung. Sembilan belas tahun jadi penyanyi profesional, Iyeth sampai mendapat julukan Queen of Dangdut Melayu.

Dilansir GoNews.co dari PikiranRakyat.com, Iyeth Bustami mengungkapkan keinginannya maju di Pilkada Bengkalis karena tergerak untuk memberantas korupsi yang belakangan marak menimpa kepala daerah di kampung halamannya, 'Negeri Junjungan' itu.

"Saya sedih melihat banyak kepala daerah di tempat saya itu melakukan korupsi. Ini mencemarkan kampung halaman saya. Saya sedih, ada yang berhianat di kampung kita," terang Iyeth Bustami, Rabu 11 Agustus 2020.

Sebelum kader PKB ini memutuskan berpasangan dengan Kaderismanto, Iyeth Bustami terlebih dulu melihat rekam jejaknya. "Setelah saya melihat rekam jejak Kaderismanro, maka saya akhirnya memutuskan mendampingi beliau untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Bengkalis," kata istri Eka Sapta Nugraha itu.

"Sebelum saya putuskan menerima pinangannya, saya amati dulu rekam jejaknya. Saya sudah beberapa kali menolak untuk maju Pilkada di kampung saya. Namun saya lihat belakangan ini, isu kampung saya makin teruk (buruk) karena kasus korupsi. Untuk itulah saya putuskan untuk maju dan bisa berbuat yang terbaik untuk kampung halaman saya. Saya benci dengan korupsi," tukasnya

Adanya kepala daerah di kampung halamannya terjerat korupsi membuat Penyanyi Wanita Terbaik Versi Anugerah Dangdut TPI 2003 itu malu di mata teman-temannya. Berprofesi sebagai seniman, dia selalu berupaya mengharumkan nama daerah melalui karyanya di bidang seni.

"Selama hidup di Jakarta saya selalu membanggakan kampung halaman kepada teman-teman. Jadi teman-teman sangat tau kampung halaman saya Bengkalis. Jadi saya memang selalu mempromosikan Bengkalis dan budaya Melayu di Riau," imbuh Iyeth Bustami, asli kelahiran Pulau Bengkalis.

Sebagaimana diketahui, dua kepala daerah Kabupaten Bengkalis tersandung kasus hukum korupsi.

Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh sudah mendekam di Lapas Sialang Bungkuk. Sementara Bupati Non Aktif Amril Mukminin tersangkut kasus korupsi yang kasusnya sedang di sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, Riau

wwwwww