Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
Peristiwa
9 jam yang lalu
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
2
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
Umum
23 jam yang lalu
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
3
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
4
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
5
Pemuda Siap Fasilitasi Bantuan Hukum untuk Masyarakat
Umum
11 jam yang lalu
Pemuda Siap Fasilitasi Bantuan Hukum untuk Masyarakat
6
Revisi UU ITE: Jokowi Gulirkan Wacana, DPR Daftarkan sejak 2019
Politik
15 jam yang lalu
Revisi UU ITE: Jokowi Gulirkan Wacana, DPR Daftarkan sejak 2019
Home  /  Berita  /  Politik

Pemerintah Beri Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga, Ini Kata Legislator PKS

Pemerintah Beri Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga, Ini Kata Legislator PKS
Jum'at, 14 Agustus 2020 19:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemerintah merencanakan akan memberikan bantuan berupa pinjaman tanpa bunga yang ditujukan kepada ibu rumah tangga sebesar Rp 2 juta per orang dan diharapkan dapat digunakan untuk modal usaha.

Menanggapi rencana pemerintah tersebut, Anggota komisi XI DPR Anis Byarwati mengatakan, rencana yang digulirkan tersebut sebaiknya mempertimbangkan banyak hal.

"Skema stimulus ini harus jelas. Pemerintah harus mampu mengidentifikasi calon penerima stimulus tersebut (terkait data calon penerima). Dimana kebijakan ini berupa kredit lunak yang ditujukan untuk pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ingin berusaha dan ibu rumah tangga yang melakukan usaha mikro," kata Anis dalam keterangan pers yang diterima GoNews.co, Jumat (14/8/2020).

Ads

Anis juga mempertanyakan outstanding dari kredit tanpa bunga tersebut. Menurut Anis pemerintah harus menjelaskan berapa jumlah dana yang akan digelontorkan terkait dua stimulus ini. Kemudian, pemerintah juga harus merencanakan dengan baik prosedur penyalurannya.

Selanjutnya, Anis menekankan perlunya kontrol dan evaluasi yang baik dalam setiap mata anggaran yang dikeluarkan Pemerintah secara berkala.

"Pemerintah harus memastikan bahwa pemberian kedua stimulus ini tepat sasaran dan sesuai dengan tujuannya (baik itu sebagai modal kerja ataupun BLT)," ujarnya.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menilai bahwa kedua stimulus tersebut adalah program yang menarik sekaligus akan memunculkan banyak polemik/kecemburuan karena jumlah penerima stimulus ini pasti terbatas.

Sementara di masyarakat, orang yang sesuai kriteria jumlahnya sangat banyak. “Pemerintah perlu benar-benar memperhatikan penerima stimulus bukan hanya sekelompok tertentu saja. Dan program-program stimulus tersebut dapat menyelamatkan atau setidaknya membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia baik dari sisi peningkatan daya beli masyarakat, menciptakan usaha mikro baru, dan meningkatkan UMKM yang sudah ada,” pungkas Anggota Baleg DPR ini.***

wwwwww