Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
24 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
13 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
4
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
5
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
18 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
6
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
17 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
Home  /  Berita  /  Umum

Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam

Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Ilustrasi pemukiman masyarakat miskin. (kompas.com)
Jum'at, 14 Agustus 2020 07:15 WIB

JAKARTA - Rasulullah SAW mengingatkan, ada tiga musuh utama umat Islam, yakni kebodohan, kemiskinan dan penyakit.


Dikutip dari Republika.co.id, manusia diberi predikat khalifah Allah di bumi ini membawa arti bahwa manusia diberi kewenangan untuk mengelola bumi dan segala isinya. Mengelola dunia hanya akan dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan ilmu pengetahuan.

Karenanya sangat jelas, wahyu pertama yang turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5, yaitu perintah untuk membaca. Sejarah juga mencatat, ketika Perang Badar, banyak dari kaum Quraisy yang kalah dalam peperangan akhirnya menjadi tawanan. Rasulullah SAW akan membebaskan tawanan itu, jika mereka mau mengajarkan membaca dan menulis kepada sepuluh umat Islam.

Catatan sejarah itu menunjukkan begitu besarnya perhatian Islam terhadap upaya memerangi kebodohan dan keterbelakangan. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam tidak menjadi kaum yang marginal, tidak tergilas derasnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemiskinan juga merupakan musuh yang harus dihapuskan.

Islam memandang kemiskinan sebagai musuh karena akibat kemiskinan itu sangat fatal, yaitu menyangkut akidah. Rasulullah SAW bersabda: ''Kemiskinan akan membawa seseorang kepada kekufuran''.

Bahkan, Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan pada masanya, bila di hadapan kita ada ular dan kemiskinan, maka yang harus dipunahkan terlebih dahulu adalah kemiskinan. Islam punya konsep aktual dan akurat dalam mengatasi kemiskinan, yakni zakat, infak, dan sedekah.

Bila dikelola secara profesional dan proporsional serta amanah, maka kita optimistis bahwa kemiskinan yang melanda sebagian umat Islam akan bisa teratasi.   Sewaktu Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai Khalifah Dinasti Umayyah, kepemimpinannya mampu menyejahterakan rakyatnya lewat zakat. Walaupun masa pemerintahannya sangat singkat, kurang lebih tiga tahun, tapi mampu mengangkat harkat kehidupan rakyatnya, sehingga tidak ditemukan orang yang hidup dalam kemiskinan pada masa pemerintahannya.

Musuh berikutnya adalah penyakit. Karena, bila seseorang berpenyakit, maka ia tidak akan bisa berkreasi dan berkarya. Kewajiban untuk berdakwah pun akan terasa lebih berat. Itulah sebabnya Islam mengajarkan agar umatnya menjaga diri agar tetap sehat.

Sehat jasmani bisa didapat lewat olahraga, karena Nabi Muhammad SAW sendiri adalah orang yang suka berolahraga. Rasulullah SAW bersabda: ''Bahwa orang Mukmin yang sehat lebih baik dan dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah (tidak sehat).''***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Umum

wwwwww